Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Kendalikan Current Account Deficit, Pemerintah Lakukan Pengetatan Fiskal

Senin, 28 Oktober 2013 13:24 WIB
Dibaca 436

Monexnews - Pemerintah dan BI terus berupaya untuk terus menyelesaikan masalah terkait current account deficit (defisit neraca berjalan). Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, pemerintah melakukan pengetatan fiskal yang dapat dilihat dari angka defisit yang lebih kecil dibandingkan APBN-P 2013. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan M. Chatib Basri saat konferensi pers di Aula Djuanda I, Kementerian Keuangan pada Senin (28/10).

"Secara konsep, problem di current account deficit, solusinya dua. Anda buat kebijakan moneter ketat atau fiskal ketat," kata Menkeu. Pengetatan moneter sudah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan interest rate sebesar 150 bps. Dari kebijakan fiskal, pemerintah memperkecil defisit dari 2,4 persen di tahun 2013 menjadi 1,69 persen untuk 2014.

"Ini menunjukkan fiscal tightening, sehingga kita memang tidak mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen di 2014. Karena prioritas pemerintah dan BI 2013 - 2014 adalah periode stabilisasi," pungkasnya. Tanpa stabilitas makro, keu angan terganggu sehingga dapat mengganggu sendi-sendi ekonomi termasuk "Jadi kita harus taruh prioritas. Di dalam policy selalu ada pilihan, kalo kita coba push dengan growth akibatnya fundamental kita akan tidak stabil, dan dalam medium term akan terganggu," pungkas Menkeu. (fin)


Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar