Rabu, 20 September 2017

world-economy  World Economy

Kesenjangan Gaji CEO dan Pekerja Amerika Makin Lebar

Selasa, 16 April 2013 11:06 WIB
Dibaca 1551

Monexnews - Kesenjangan angka penghasilan antara petinggi perusahaan di Amerika Serikat dengan karyawannya dikenal sangat tinggi. Gaji tahunan seorang Chief Executive Officer perusahaan-perusahaan top bisa berselisih hingga lebih dari 350 kali lipat dibanding upah rata-rata yang diterima anak buahnya.

Menurut lembaga AFL-CIO atau federasi yang menaungi lebih dari 50 serikat buruh di Amerika, pendapatan tahunan para CEO perusahaan besar Amerika rata-rata 354 kali lebih banyak dibandingkan total upah pekerja pada umumnya di 2012. Jika dirata-rata, pekerja golongan bawah dan menengah negara itu membawa pulang uang $34,645 pada tahun lalu. Jumlah sangat 'jomplang' jika disejajarkan dengan slip gaji yang diterima oleh banyak CEO seperti Larry Ellison. Panglima bisnis Oracle ini mengantungi paket remunerasi $96,1 juta sekaligus menjadi CEO dengan gaji termahal di Amerika. Di belakang Ellison adalah Brett Roberts dari Credit Acceptance Group dan David Zaslav dari Discovery Communications, dengan total gaji tahunan masing-masing sebesar $54,3 juta dan $50 juta.

Penurunan gaji paling parah dialami oleh CEO Apple, Tim Cook, yang harus rela membawa pulang pendapatan hanya $4,2 juta atau jauh dari apa yang diterimanya pada tahun 2011 ($376 juta). Ketika itu paket kompensasi Cook meroket berkat hadiah saham jangka panjang dari pihak direksi. Berkurangnya pendapatan CEO Apple berkontribusi terhadap penurunan gaji rata-rata CEO perusahaan top Amerika tahun 2012 sebanyak 5% dibandingkan tahun 2011.

Kesenjangan upah antara CEO dan mayoritas pekerjanya terus meningkat dalam dua dasawarsa terakhir. Puncaknya terjadi pada tahun 2000, saat gap pendapatan antara pucuk pimpinan tertinggi perusahaan dengan karyawannya mencapai 525 kali. Padahal di tahun 1980, CEO hanya dibayar 42 kali lebih banyak dibandingkan anak buahnya.

AFL-CIO sendiri setiap tahun mengeluarkan laporan mengenai disparitas gaji antara pekerja kebanyakan dan CEO emiten-emiten indeks saham S&P 500. Melalui rilis tersebut, organisasi berharap pihak Washington bisa membuka mata terhadap perjuangan kaum buruh dan pekerja. "Mereka (buruh) berjuang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup, gajinya tidak naik dan perusahaan ingin menarik tunjangan kesehatan serta pensiun," ujar Presiden AFL-CIO, Richard Trumka. Pihak serikat pekerja meminta kepada pengawas pasar modal (SEC) untuk membuat aturan tentang keterbukaan emiten. Setiap perusahaan masuk bursa diwajibkan merilis laporan gaji CEO-nya dan pekerja golongan bawah kepada publik. Pihak otoritas belum mengeluarkan keputusan apapun karena konon muncul lobi-lobi intensif dari banyak perusahaan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar