Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

Ketimbang Jerman, Jam Kerja Warga Yunani Jauh Lebih Banyak

Selasa, 4 Februari 2014 10:57 WIB
Dibaca 731

Monexnews - Meskipun negaranya sedang dilanda krisis keuangan kronis, warga Yunani bukanlah orang-orang yang pemalas seperti apa yang dipikirkan oleh masyarakat Eropa lainnya. Fakta itu diungkap oleh sebuah lembaga peneliti yang melakukan survei jam kerja di benua biru.

Institute of Economic Studies (IEE), lembaga yang berbasis di Spanyol, pada hasil penelitiannya menyebut bahwa jam kerja warga Eropa bagian selatan seperti Yunani, Spanyol dan Italia, justru lebih banyak dibandingkan waktu kerja penduduk negara Eropa bagian Utara yang notabene negaranya jauh lebih mapan secara ekonomi, seperti Jerman dan Belanda. "Mereka mungkin paling menderita karena krisis, namun mereka bukanlah orang-orang pemalas," ulas IEE dalam laporannya.

Menurut Almudena Semur, Manajer IEE, alangkah tidak adil jika membandingkan jam kerja warga Yunani, Italia dan Spanyol dengan negara yang lebih maju. Warga Yunani bekerja 2.034 jam per tahun, sedangkan penduduk Italia, Spanyol dan Portugal bekerja sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yakni rata-rata selama 1.765 jam per tahun. Padahal kebanyakan warga Jerman hanya menghabiskan waktu 1.397 jam di lokasi kerjanya, Belanda juga cuma 1.381 jam dan Norwegia cukup 1.420 jam.

Jika berbicara soal krisis, maka bisa dilihat bahwa dampaknya lebih besar terhadap negara berkembang di Selatan Eropa ketimbang negara maju. "Sebelum krisis, jumlah pengangguran di negara kami kurang lebih sama dengan jumlah pengangguran di Jerman," ujar Alfredo Pastor, Profesor Ekonomi di Sekolah Bisnis IESE Barcelona. Salah satu faktor yang membedakan antara Jerman dan Spanyol adalah kebijakan perusahaan dan pemerintah. Ketika krisis berlangsung, Jerman mengurangi jam kerja untuk menghemat anggaran sedangkan Spanyol memilih untuk memangkas jumlah tenaga kerja.

Strategi negara maju untuk mengakali minimnya lapangan kerja adalah dengan menambah lowongan untuk pekerja paruh waktu. Di Jerman dan Belanda, rasio jumlah pekerja part-time mencapai 22% dan 38% atau jauh di atas jumlah pekerja paruh waktu di Spanyol yang hanya 14% (data OECD). "Solusi untuk mengurangi pengangguran adalah dengan mengatur waktu kerja secara lebih fleksibel dan memperluas posisi paruh waktu," demikian saran Profesor Pastor untuk negaranya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar