Jumat, 26 Mei 2017

world-economy  World Economy

Ketua KEN: Dampak Tapering Off Perlu Diantisipasi Seluruh Pihak

Kamis, 5 Desember 2013 11:03 WIB
Dibaca 306

Monexnews - Rencana pengurangan stimulus moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat (tapering off Quantitative Easing) oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dampaknya telah dirasakan Indonesia, terutama kalangan dunia usaha. Oleh karena itu, menurut Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung, perlu antisipasi untuk menghadapi tapering off QE agar dampaknya tidak terlalu besar. "Kalau dilihat dari teori tapering off itu pasti terjadi, namun hanya waktu saja yang bisa memberi kepastian tapering itu kapan terjadinya," ujarnya pada Rabu (4/12).

Pemberlakuan tapering off QE terkait erat dengan data ekonomi AS yang saat ini sudah mengalami pertumbuhan yang positif dan signifikan. Salah satu indikator perbaikannya yaitu tingkat pengangguran di AS akan turun di bawah 7 persen tahun depan. Ia menilai, Bank Sentral Amerika Serikat akan memberlakukan tapering off QE ketika pengangguran di bawah 7 persen. Pemberlakuan tapering off tersebut membuat arus dana asing dari emerging market akan kembali ke AS.

Menurut Ketua KEN, pengurangan stimulus moneter membuat kondisi pasar tidak menarik, sehingga, diperlukan langkah antisipasi yang dilakukan seluruh pihak untuk meredam efek pelaksanaan tapering off. "Hal ini akan dan perlu terus diantisipasi pemerintah dengan mengetatkan ekonomi, dengan menaikkan suku bunga untuk stabilisasi keuangan," katanya.
Untuk tahun depan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus lebih waspada dan memberikan kebijakan yang tepat dalam menghadapi perekonomian global, khususnya AS. "Kebijakannya harus tepat dosis. Kalau salah dosis akan berdampak buruk pada perekonomian kita," jelasnya.

Selain pemerintah, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihaknya juga berharap kalangan pengusaha juga mampu ikut bersama-sama meminimalisasi dampak tapering off. "Saya tekankan kepada kalangan pengusaha dan pemerintah. Memang tapering itu belum terjadi, namun efeknya sudah sangat terasa. Ini masalah waktu, untuk itu pasar harus mengantisipasi tapering itu, agar guncangan dan dampak tapering tidak terlalu besar," tegasnya.(ak)


Sumber: publikasi resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar