Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

Keuangan Perusahaan Amerika Terancam Kebijakan Pajak Prancis

Senin, 30 Desember 2013 13:28 WIB
Dibaca 876

Monexnews - Kebijakan pajak baru yang diambil oleh pemerintah Prancis akan berdampak terhadap biaya pengeluaran perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat. Mengapa?

Pemerintah Prancis berencana menaikkan pajak untuk berbagai komponen ekonomi di tahun 2014. Di dalamnya termasuk pungutan terhadap pelaku industri hiburan seperti bioskop, lembaga penyiaran dan penyedia layanan internet. Menurut Superior Audiovisual Council (CSA), pajak baru pemerintah nantinya akan mencakup perusahaan sharing video internet seperti Youtube, Facebook dan Daily Motion. Dana yang masuk ke kas pusat akan dipergunakan untuk kepentingan industri film dan televisi itu sendiri sehingga diyakini menjadi win-win solution bagi semua pihak.

Pajak industri penyiaran dan hiburan atau lazim disebut pajak budaya (culture-tax)merupakan pemasukan negara yang dibayarkan oleh pelaku industri di Prancis. Total pendapatan nasional yang bisa diraup dari pungutan dari sektor ini mencapai 1.3 miliar Euro per tahunnya. Bagi pelaku bisnis penyiaran domestik, wacana kebijakan baru pemerintah mungkin bisa dimaklumi. Namun tidak demikian halnya dengan perusahaan luar yang masuk ke Prancis melalui layanan internet.

Youtube sampai dengan saat ini merupakan penyedia layanan video online di Prancis dengan tingkat pengunjung mencapai 30.6 juta orang per bulan. Kemudian disusul oleh Daily Motion, yang mampu menarik pengguna internet sebanyak 15.1 juta orang. Mengingat posisinya sebagai penyedia konten, perusahaam media sosial seperti Facebook juga wajib membayar pajak sesuai keputusan pemerintah. Suka atau tidak suka, kantor pajak berhak meminta pungutan dari perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang selama ini meraup laba dari penjualan iklan di wilayah Prancis. Belum ada keterangan resmi dari perusahaan-perusahaan asing atas gagasan kenaikan pajak penyiaran.

Di tempat terpisah, pemerintah juga mempertimbangkan pungutan pajak dari produk smartphone, tablet PC dan perangkat berteknologi canggih lainnya guna menambah pemasukan kas negara. Komisi kebijakan pemerintah mengklaim kalau pungutan pajak 1% seharusnya dibebankan kepada produsen barang elektronik dan gadget yang berfungsi untuk mengakses konten, musik dan film. Apabila kebijakan itu mendapat restu untuk dijalankan, maka pemerintah bisa mendulang pemasukan pajak sampai 86 miliar Euro per tahun, yang nantinya dipakai untuk pengembangan teknologi digital Prancis.

Wacana tersebut langsung ditolak oleh asosiasi pengusahan internet dan teknologi. Mereka berpendapat pungutan pajak 1% untuk setiap produk yang dijual merupakan sesuatu yang menyakiti industri. Asosiasi menolak pernyataan pemerintah yang menilai bea 1% tidak akan berdampak pada keuangan perusahaan. Pengusaha bahkan meminta pemerintah untuk mendorong perkembangan teknologi dan bukannya mempersulit ekspansi bisnis.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar