Selasa, 25 Juli 2017

world-economy  World Economy

Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Jadi Penyokong 2016

Kamis, 28 Mei 2015 17:02 WIB
Dibaca 5398

Monexnews - Pemerintah optimistis bahwa tahun depan akan ada perbaikan kinerja ekonomi, baik global maupun domestik. Untuk itu, perkiraan pertumbuhan tahun 2016 yang ditargetkan pada kisaran 5,8 – 6,2 persen dinilai cukup realistis. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro meyakini bahwa faktor domestik akan menjadi penyokong utama bagi perbaikan ini utamanya dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta pada Kamis (28/05).

Untuk konsumsi rumah tangga yang mencakup sekitar 55 persen dalam pembentukan PDB, ia menilai bahwa faktor pendorongnya antara lain adalah inflasi yang terkendali serta beberapa program kesejahteraan sosial. Selain itu, ada momen Pilkada di beberapa daerah dan dukungan bonus demografi yang juga memberi nilai positif bagi pertumbuhan tahun depan.

“Perkiraan laju inflasi yang relatif terkendali, perluasan cakupan program kesejahteraan sosial, pelaksanaan Pilkada serentak yang masih berlangsung di tahun 2016, serta struktur demografi yang didominasi oleh kelompok penduduk usia produktif, diharapkan menjadi faktor pendorong masih kuatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencakup sekitar 55 persen dalam pembentukan PDB,” jelasnya.

Selanjutnya dari kinerja investasi, pemerintah berharap penguatan investasi dalam negeri misalnya program pembangunan infrastruktur energi, transportasi dan pelabuhan, dapat membantu mengantrol angka pertumbuhan. “Upaya-upaya perbaikan iklim berusaha serta investasi dalam negeri, serta penguatan peran swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS/Public Private Partnership),” tambahnya. Selain itu, ia juga menggarisbawahi bahwa beberapa program pembangunan yang telah mulai di tahun 2015, akan mulai terasa dampaknya tahun depan. “Kita telah meletakkan dasar pembangunan yang baik dengan telah dibangunnya berbabgai proyek infrastruktur yang dampaknya akan dapat dirasakan pula di tahun 2016,” pungkasnya. (fin)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*Disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar