Rabu, 22 November 2017

world-economy  World Economy

Kontestasi Fed 1, Janet Yellen Tidak Punya Lawan

Selasa, 17 September 2013 10:24 WIB
Dibaca 466

Monexnews - Kompetisi menuju kursi Federal Reserve-1 yang tadinya memanas, sontak berubah jadi sepi setelah salah satu kandidat mengundurkan diri. Adalah Larry Summers yang akhir pekan lalu membatalkan niatnya untuk maju sebagai pengganti Ben S. Bernanke. Kini nama Janet Yellen menjadi calon tunggal dalam kontestasi chairman bank sentral.

Janet Yellen sekarang tidak punya saingan. Sebanyak lebih dari 450 ekonom dan sebagian besar anggota senat Partai Demokrat sudah menyuarakan dukungannya untuk salah satu wanita paling influential di Amerika Serikat ini. Para simpatisan bahkan sudah menyerahkan surat tertulis kepada Presiden Barack Obama supaya Gedung Putih dapat menominasikannya sesegera mungkin. Yellen sangat disukai karena rekam jejaknya cukup mumpuni dan dikenal sebagai figur yang pro-pertumbuhan ekonomi. Perhatiannya terhadap pembukaan lapangan kerja menuai pujian dari banyak pihak sehingga makin melengkapi riwayat karir perbankannya yang tanpa cacat.

Sejak awal tahun ini, kolom berita dan media di Amerika mengapungkan nama Yellen sebagai kandidat serius menuju kursi The Fed-1. Anggota dewan kebijakan bank sentral ini dipandang sebagai sosok ideal, dengan visi dan misi yang nyaris serupa dengan seniornya. Kalaupun ada hal yang bisa mengganjal lajunya maka bisa jadi soal gender. Ya, dalam sejarah the Fed yang sudah berjalan selama 100 tahun, tidak pernah sekalipun figur wanita menjabat sebagai pimpinan tertinggi.

Dari 12 anggota komite pengambil keputusan the Fed, 4 di antaranya adalah seorang wanita. Mereka adalah perwakilan dari sektor profesi yang berbeda dalam sistem ekonomi Amerika. Menurut American Economic Association, sepertiga warga Amerika yang mengantungi gelar Ph.D di bidang ekonomi adalah kaum hawa. Namun jarang sekali dari mereka yang dipercaya mengisi kursi-kursi strategis, baik di pemerintahan maupun korporasi. Ketika ditanya soal minimnya kesempatan bagi wanita dalam jenjang institusi, Yellen mengatakan bahwa fenomena itu bisa saja segera berakhir. "Peluang (bagi wanita) terus bertambah dan mungkin sekarang waktunya kami membuat perbedaan," ujar Yellen dalam sebuah wawancara.

Akan tetapi ambisi Yellen juga bisa terganjal oleh faktor lain seperti keengganan pemerintah untuk memilihnya di tengah tekanan masyarakat. Tadinya Gedung Putih diklaim menjagokan Larry Summers sebagai pengganti Bernanke tahun depan karena mantan menteri keuangan Amerika ini merupakan figur yang tidak asing lagi di pemerintahan. Namun pengunduran diri Summers membuat Barack Obama harus berpikir cepat mencari pesaing serius bagi Yellen. Musim panas lalu, Obama sempat mengapungkan nama Donald Kohn untuk dijadikan sebagai penerus Bernanke. Nama eks-wakil gubernur Fed ini mencuat nyaris bersamaan dengan kemunculan nama Roger Ferguson, mantan birokrat bank sentral lainnya. Bekas menteri keuangan Tim Geithner sebenarnya juga diajak dalam 'audisi', namun yang bersangkutan sudah jauh hari menolak spekulasi pencalonannya. Sejauh ini belum ada nama baru yang sampai di telinga publik selepas pengunduran diri Summers.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar