Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

Korea Mulai Gerah dengan Kebijakan Moneter Jepang

Rabu, 29 Mei 2013 18:04 WIB
Dibaca 599

Monexnews - Kebijakan moneter agresif pemerintah Jepang mulai membuat beberapa pihak terganggu, khususnya pemerintah negeri tetangga. Korea Selatan adalah salah satu rival ekspor yang mulai gerah dengan penurunan daya saing produknya di luar negeri akibat pelemahan nilai tukar Yen sejak akhir tahun lalu.

Menteri Keuangan Korea Selatan hari ini menyatakan dukungannya terhadap apa yang sedang dilakukan oleh Jepang untuk menggenjot perekonomian domestik. Namun demikian, ia memperingatkan adanya konsekuensi negatif di pasar uang, khususnya akibat penurunan nilai tukar Yen yang cukup ekstrim. Tokyo bertekad mencapai target inflasi 2% dalam dua tahun ke depan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membeli 70% obligasi pemerintah yang baru diterbitkan.

"Disengaja atau tidak, pelonggaran moneter besar-besaran (Jepang) berdampak pada volatilitas nilai tukar di Korea dan negara tetangga lainnya," ujar Hyun Oh Seok dalam konferensi Organization for Economic Cooperation and Development di Paris. Mata uang Korea sendiri sudah menguat sampai 30% dalam dua tahun terakhir dan sektor ekspor kini harus berjuang keras untuk menyaingi perusahaan asal Jepang di pasar luar negeri. "Sekali lagi, kita harus mencermati efek dari apa yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain," sindir Hyun dalam pidatonya.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar