Kamis, 14 Desember 2017

world-economy  World Economy

Krisis Minyak Libya Berakhir

Kamis, 3 Juli 2014 14:45 WIB
Dibaca 392

Monexnews - Perdana Menteri Libya Abdullah al-Thinni mengatakan pemerintah telah mencapai kesepakatan dengan pemberontak untuk penyerahan kembali dua terminal ekspor minyak dan mengakhiri blokade yang telah menganggu industri minyak. "Kami telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri krisis minyak. Kami telah menerima kembali terminal ekspor minyak Ras Lanuf dan Es Sider tanpa harus menggunakan kekuatan senjata. Dengan ini, saya menyatakan krisis minyak telah berakhir," ujar Thinni.

Thinni telah mencapai kesepakatan dengan pimpinan pemberontak Ibrahim Jathran yang inginkan otonomi lebih. Jahran utarakan penyerahan pelabuhan tersebut merupakan itikad baiknya terhadap pemerintahan baru Libya. Dengan penyerahan kedua terminal tersebut maka Libya dapat meningkatkan ekspor minyaknya menjadi 500.000 barel per hari. Ini tentunya kemajuan signifikan bagi Libya yang bergantung kepada pendapatan ekspor minyak untuk menggerakan perekonomian. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar