Sabtu, 25 Maret 2017

world-economy  World Economy

Kuartal I 2015, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 4,71%

Selasa, 5 Mei 2015 11:26 WIB
Dibaca 748

Monexnews - Badan Pusat Statisitik (BPS) hari ini mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode kuartal I 2015. Dibandingkan tahun lalu, produk domestik bruto (GDP) Indonesia tumbuh 4,71% (year on year) dan sebesar 0,18% dibandingkan kuartal IV 2014.

BPS menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh penurunan ekonomi China dari 7,4% menjadi 7%. Faktor lainnya tidak lain adalah trend pelemahan harga minyak mentah dunia dan penurunan nilai ekspor impor di 3 bulan pertama tahun ini.

Secara garis besar, perlambatan ekonomi Indonesia terjadi karena lambatnya pertumbuhan di negara-negara mitra dagang. Belum ada tanda-tanda pemulihan atau perbaikan dalam waktu dekat sehingga kondisi ekonomi domestik diyakini belum akan segera berubah. Faktor nilai tukar juga turut berperan dalam kinerja ekonomi Indonesia di tahun 2015.

Investor sepertinya sudah mengantisipasi hasil data GDP Indonesia kuartal I yang keluar hari ini sejak pekan lalu. Pelaku pasar telah memprediksi angkanya turun ke bawah level 5% atau lebih buruk dibandingkan rata-rata GDP 2014. Perekonomian Indonesia diklaim oleh banyak kalangan sedang melambat di berbagai sektor, mulai dari penjualan produk dasar hingga barang-barang mewah. Kekhawatiran soal pertumbuhan GDP tercermin dari kinerja indeks saham utama, yang sudah anjlok lebih dari 6% sepanjang pekan lalu. Investor sudah melakukan aksi jual karena sudah ada indikasi penurunan ekonomi di banyak sektor bisnis.

Presiden Jokowi sendiri menargetkan kenaikan pendapatan negara sebanyak 14% di tahun 2015, mengerek pemasukan pajak 30% dan menambah belanja infrastruktur sampai 60%. Sayangnya penurunan harga komoditi berpotensi mengurangi pendapatan negara sampai $21,4 miliar. Adapun pada 2014, pertumbuhan ekonomi tahunan masih di atas level 5% atau jauh di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 sebesar 5,5%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar