Kamis, 30 Maret 2017

world-economy  World Economy

Kuartal IV 2014, Pertumbuhan GDP Indonesia Diyakini Turun ke Bawah 5%

Rabu, 4 Februari 2015 12:43 WIB
Dibaca 1480

Monexnews - Penurunan daya beli konsumen diyakini menjadi penghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal terakhir 2014 lalu. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diputuskan oleh pemerintah menjadi biang kelesuan di sektor konsumsi domestik. 

Badan Pusat Statistik (BPS) memang baru akan merilis data produk domestik bruto (GDP) Indonesia periode kuartal IV 2014 pada hari Kamis besok (05/02). Namun analis di pasar keuangan sudah memprediksi kalau angkanya tidak akan terlalu bagus.

Menurut hasil survei The Wall Street Journal terhadap 11 pengamat ekonomi, dihasilkan prediksi pertumbuhan GDP sebesar 4,95% per tahun atau lebih rendah dibandingkan laju GDP triwulan III 2014 yang sebesar 5,01%. Sumber penurunan dipercaya berasal dari sektor konsumsi, di mana daya belanja masyarakat menurun pasca kenaikan BBM sebanyak 30% dua bulan lalu. Sementara untuk periode satu tahun penuh, perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh 5,07% atau lebih rendah dibandingkan rasio kenaikan di tahun 2013 yang mencapai 5,78%.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar