Selasa, 25 Juli 2017

world-economy  World Economy

Lagarde: Minyak Yang Murah, AS Yang Kuat Bukan Obat Untuk Ekonomi Global

Jumat, 16 Januari 2015 0:39 WIB
Dibaca 552

Monexnews -

Managing Director IMF, Christine Lagarde mengatakan bahwa harga minyak yang murah dan bangkit kembalinya ekonomi AS tidak akan cukup untuk mengatasi kelesuan di tempat lain di dalam perekonomian dunia.

Lagarde dalam pidatonya pada hari ini di Council on Foreign Relations di Washington mengatakan bahwa jika ada pertanyaan tentang haruskah penurunan harga minyak dan kuatnya pemulihan di dalam ekonomi AS membuat kita menjadi lebih optimis tentang prospek ekonomi global?, jawabannya yang paling mungkin adalah tidak, karena masih ada faktor-faktor yang kuat yang masih membebani di sisi negatifnya.”

Lagarde telah memperingatkan bahwa ekonomi global perlu kebijakan yang berani untuk menghindari periode baru “yang kurang baik” dari perlambatan pertumbuhan karena dunia sedang berjuang dengan pemulihan yang mengecewakan dalam enam tahun setelah krisis keuangan.

“Harga minyak dan pertumbuhan ekonomi AS bukan obat untuk kelemahan yang mendalam di tempat lain,” ujar Lagarde pada pidatonya. “Terlalu banyak negara yang masih terbebani oleh warisan krisis keuangan, yang termasuk tingginya hutang dan tingginya jumlah pengangguran.”

Pertumbuhan global “masih sangat rendah”, terlalu rapuh dan terlalu curam,” kata Lagarde.

Di saat pemulihan terlihat menjanjikan di Inggris, pertumbuhan masih “sangat rendah” di kawasan euro dan Jepang serta ekonomi China yang masih melambat, kata Lagarde.

IMF memangkas outlook pertumbuhan global untuk tahun 2015 di bulan Oktober menjadi 3.8%, mengutip dari lemahnya permintaan dan sisa utang dari krisis keuangan. IMF berencana untuk memperbaharui perkiraan global pada pekan depan.

Lagarde mengutip dari beberapa resiko terhadap pemulihan global, yang termasuk ancaman pengetatan oleh Federal Reserve yang dapat mengganggu pasar negara berkembang stabilitas keuangan global,serta prospek dari Eropa hingga Jepang yang dapat menjadi terperosok dalam pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang rendah.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar