Selasa, 19 Desember 2017

world-economy  World Economy

Lagi, Website AS Dibobol oleh Hacker Luar

Selasa, 9 Juni 2015 13:59 WIB
Dibaca 1659

Monexnews - Situs resmi Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) offline atau tidak aktif sejak Senin sore waktu setempat. Grup hacker Syrian Electronic Army dalam akun Twitter-nya mengklaim bertanggungjawab atas tindakan tersebut. Syrian Electronic Army sendiri merupakan kelompok peretas yang mendukung kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Saat dibuka Senin sore, website resmi angkatan darat memperlihatkan pesan “network error”. Sementara website lembaga militer lainnya seperti angkatan laut, masih beroperasi normal. Pejabat Pentagon memutuskan untuk menarik situsnya sampai sistem keamanannya dibenahi. “Kami mengambil langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada pencurian data," demikian kata Brig. Gen. Malcolm Frost dalam pernyataan resminya.

Pemerintah AS memang sedang kalang kabut menangkal aksi hacker yang menyerang beberapa situs lembaga negara. Badan Personalia Amerika Serikat pekan lalu sempat mengaku kecolongan karena database-nya dibobol oleh pihak hacker. Sebanyak 4 juta data pegawai negeri dan para pensiunan berhasil dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Seperti kasus-kasus sebelumnya, kali ini pemerintah juga mengklaim aksi hacking dilakukan di wilayah otorita China dan bukan menuduh kelompok timur tengah sebagai biang keladinya.

Pemerintah Amerika menegaskan bahwa aksi hacker terhadap data pegawai negeri merupakan aksi 'penembusan sistem komputer' terbesar dalam sejarah. Nyaris semua data tentang personalia di lembaga-lembaga federal berhasil dicuri termasuk laporan keuangan pribadi dan status kredit pinjaman setiap orang. Bahkan bukan tidak mungkin jumlah data pribadi pegawai yang bocor bisa lebih banyak dibandingkan estimasi awal.

Pihak penyelidik menuduh hacker China sebagai pihak yang melakukan aksi pembobolan karena jejaknya berasal dari sana. Departemen Dalam Negeri sudah mengetahui modus penembusan sistem saat mengecek kembali ketahanan sistem keamanannya. Dengan memakai sistem pendeteksi bernama EINSTEIN, penyidik menemukan adanya aktivitas janggal sejak bulan April 2015. Baru satu bulan kemudian, pihak FBI menyadari bahwa ada beberapa data penting yang diakses oleh pihak luar. "Kami akan memberantas segala bentuk ancaman di dalam sistem database pemerintah dan warga Amerika dan akan menangkap pelakunya," demikian pernyataan resmi FBI. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar