Sabtu, 16 Desember 2017

world-economy  World Economy

Laju Inflasi Diproyeksi Semakin Terkendali

Selasa, 14 Januari 2014 10:59 WIB
Dibaca 383

Monexnews - Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 4,5±1 persen pada tahun 2014, dan 4,0±1 persen pada 2015. Untuk memperkuat pencapaian sasaran inflasi tersebut, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Menurut Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs, tekanan inflasi berangsur-angsur dapat dikendalikan dan jauh lebih rendah dibandingkan saat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa tahun sebelumnya. "Respons kebijakan Bank Indonesia dan koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dalam mengendalikan second round effect dapat meredam tekanan inflasi sehingga kembali pada pola normalnya sejak September 2013," kata Jacobs dalam keterangan resminya, Kamis (9/1) pekan kemarin.

Selain itu, lanjutnya, stabilitas nilai tukar rupiah pada tahun 2014 juga harus dijaga sesuai dengan nilai fundamentalnya, sehingga dapat mendukung penyesuaian ekonomi secara terkendali. Hal tersebut terkait dengan upaya menurunkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Perbaikan kinerja NPI dengan defisit transaksi berjalan yang menurun diperkirakan akan mendukung pergerakan nilai tukar rupiah yang lebih stabil dan cenderung menguat ke depannya.

Ia menambahkan, kebijakan BI pada tahun 2014 tetap difokuskan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan melalui penguatan bauran kebijakan di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. "Di bidang moneter, kebijakan akan tetap secara konsisten diarahkan untuk mengendalikan inflasi menuju sasarannya dan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang sehat, melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar sesuai fundamentalnya," jelasnya.

Di bidang makroprudensial, lanjutnya, kebijakan diarahkan untuk memitigasi risiko sistemik di sektor keuangan serta pengendalian kredit dan likuiditas agar sejalan dengan pengelolaan stabilitas makroekonomi. Sementara, di bidang sistem pembayaran, kebijakan diarahkan untuk pengembangan industri sistem pembayaran domestik yang lebih efisien. Seluruh kebijakan tersebut akan diperkuat dengan berbagai langkah koordinasi kebijakan yang ditempuh bersama dengan pemerintah dan otoritas sektor keuangan terkait.(ak)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar