Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Laju Inflasi Inggris Secara Mengejutkan Lemah di Bulan September

Selasa, 14 Oktober 2014 17:18 WIB
Dibaca 555

Monexnews -

Kejatuhan inflasi harga-harga di Inggris dibawah estimasi selama bulan September telah mengurangi tekanan bagi Bank sentral Inggris untuk menaikkan suku bunga acuan lebih dini.

Laporan inflasi tahunan utama yang diukur oleh indeks CPI jatuh ke 1.2% dibanding bulan sebelumnya 1.5%. Laju inflasi ini sekaligus merupakan yang terendah sejak September 2009, dan lebih rendah dibawah estimasi para ekonom yang memperkirakan hanya melambat ke 1.4%.

Penyebab utama kejatuhan core CPI tahunan tersebut adalah pelemahan harga bahan bakar minyak sebesar 6% yang menyebabkan penurunan biaya transportasi diikuti penurunan harga pangan. Laju inflasi inti, yang tidak memasukkan harga harga energy, pangan dan minuman beralkohol serta tembakau juga hanya tumbuh 1.5%, terendah sejak April 2009.

Kejatuhan biaya bahan bakar dan material ini juga cukup menguntungkan sector manufaktur Inggris sehingga harga bisa diturunkan sebesar 0.4%, sekaligus merupakan penurunan harga terbesar dalam 5 tahun terakhir.

Pelemahan harga ini tentunya menyediakan ruang ekstra bagi BoE untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah di level 0.5%, seiring laju inflasi masih dibawah target 2% setiap bulannya di tahun ini. Para pelaku pasar sempat mengharapkan kenaikan suku bunga di awal 2015, namun dengan adanya pelambatan aktivitas ekonomi Inggris, akibat pelambatan ekonomi partner dagang utama Inggris di zona Euro maka ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut masih berpeluang diundur lebih lama.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar