Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Laju Pertumbuhan Sektor Manufaktur Zona Euro Melambat

Jumat, 1 Agustus 2014 15:46 WIB
Dibaca 631

Monexnews - Laju pertumbuhan sektor manufaktur zona euro gagal untuk bertambah cepat sesuai perkiraan pada bulan lalu kendati pabrik hampir tidak menaikkan harga, seiring meningkatnya ketegangan di Ukraina menekan sentimen, menurut hasil survey pada hari Jumat. Dengan tekanan inflasi menghilang dan aktivitas pabrik yang berkontraksi lebih cepat di Perancis, negara perekonomian terbesar kedua zona euro, data ini akan menjadi sorotan bagi European Central Bank menjelang pertemuan kebijakan selanjutnya tanggal 7 Agustus nanti. PMI sektor manufaktur final dari Markit berada pada 51.8, sama dengan hasil bulan Juni namun di bawah data flash sebelumnya pada 51.9.

Indeks output, yang termasuk pada PMI gabungan yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan hasil yang bagus untuk pertumbuhan, turun menjadi 52.7 dari 52.8 di bulan juni, berada tipis di bawah angka flash yang dirilis pada 53.0. Sementara pertumbuhan sektor manufaktur bertambah cepat di Jerman, negara perekonomian terbesar Eropa, PMI Perancis turun ke level rendah 7 bulan dan diikuti penurunan di Yunani bersama dengan melambatnya pertumbuhan di Spanyol dan Italia.

"Situasi di zona euro jelas telah memburuk dari sinyal menjanjikan adanya pemulihan ekonomi pada awal tahun ini," ucap Chris Williamson, kepala ekonom pada Markit. Ia mengatakan data PMI final lebih rendah daripada data PMI flash, “sebagian besar menunjukkan berkembangnya kecemasan menyusul eskalasi krisis di Ukraina menjelang akhir bulan."

Menyoroti resiko deflasi, sub-indeks output harga turun menjadi 50.1 dari 50.4, berada tipis di atas level 50 yang menandai ekspansi, sementara data pada hari Kamis lalu menunjukkan tingkat inflasi zona euro turun di bulan Juli menjadi hanya 0.4%, level terendah sejak krisis keuangan hampir 5 tahun lalu. "ECB sangat menantikan untuk melihat dampak kebijakan yang dirilis pada bulan Juni lalu, meskipun mungkin akan memakan waktu yang cukup lama sebelum dampak tersebut dapat dirasakan pada perekonomian riil," ucap Williamson. Untuk mengatasi ancaman ini, ECB di bulan Juni merilis sejumlah kebijakan termasuk memangkasn suku bunga tabungan ke bawah nol dan menawarkan lebih banyak pinjaman jangka panjang bertujuan untuk mendorong tingkat pinjaman bank untuk dunia usaha. (xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar