Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

world-economy  World Economy

Langkah Abe Bingungkan Bank Sentral

Rabu, 2 Oktober 2013 9:07 WIB
Dibaca 489

Monexnews - Kebijakan yang mix dari Perdana Menteri Jepang yang diumumkan hari Selasa mungkin akan membuat bank sentral kebingungan tahun depan. Kenaikan pajak penjualan nasional menjadi 8% dari 5% mulai dari April 2014 sudah dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari Selasa. Namun Abe mengatakan sebagian besar pendapatan ekstra dari kenaikan pajak penjualan kemungkinan akan disalurkan kembali ke dalam perekonomian melalui sebuah paket stimulus sekitar 50 milyar dollar, langkah yang dirancang untuk meredam dampak kenaikan pajak terhadap perekonomian.

Hal ini kemungkinan akan membuat Bank of Japan menaikkan perkiraan pertumbuhan jangka panjang dan inflasinya, menurut sumber yang dekat dengan BoJ. Meski demikian, dampak dari kenaikan pajak penjualan masih belum pasti. Ekonom memperkirakan hal tersebut akan buruk bagi perekonomian pada awalnya, yang mana dapat menempatkan BOJ di bawah tekanan politik untuk kembali menambah stimulusnya untuk menjamin perekonomian terus merasakan dampak positif dari kebijakan Abenomics.

Terakhir kali Jepang menaikkan pajak penjualan dari 3% menjadi 5% pada tahun 1997, perekonomian anjlok ke dalam resesi. Meski faktor lain mempengaruhi waktu itu, pemerintah Jepang mungkin akan panik tahun depan jika data menunjukkan perekonomian mulai memburuk.

"Meski dengan paket stimulus, perekonomian Jepang tidak akan dapat terhindar dari kontraksi pada kuartal kedua tahun 2014 setelah kenaikan pajak," ucap Masaaki Kanno, kepala ekonom Jepang pada JPMorgan Securities. "BOJ diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter di bulan April tahun depan untuk mendukung perekonomian dan mendorong inflasi, yang tampaknya tidak akan naik banyak."

Ke-9 anggota dewan bank sentral akan mendiskusikan dampak dari paket stimulus dan kenaikan pajak pekan ini pada pertemuan kebijakan hari Kamis dan Jumat. Bagimanapun, Gubernur haruhiko Kuroda diperkirakan akan menyambut baik kenaikan pajak penjualan, langkah yang didukungnya secara terbuka sebagai langkah awal penting untuk menekan tingkat hutang publik Jepang yang tinggi. BOJ diperkirakan tidak akan mengubah kebijakannya pada bulan April lalu untuk mengalirkan 70 milyar dollar per bulan ke dalam perekonomian dan mencoba mendorong tingkat inflasi menuju 2% dalam 2 tahun. Namun dewan kebijakan juga akan mempertimbangkan kebijakan terbaru dari Abe yang mungkin dapat mengubah proyeksi ekonomi jangka panjang mereka, yang akan dirilis tanggal 31 Oktober nanti.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar