Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

Langkah Bank Sentral China Membuat Investor Asing Makin Cemas

Senin, 17 Maret 2014 10:31 WIB
Dibaca 794

Monexnews - Keputusan bank sentral China untuk melonggarkan genggamannya pada yuan telah disambuat sebagai sinyal liberisasi keuangan, namun menimbulkan kecemasan di antara investor asing mengenai hubungannya dengan China dalam jangka pendek. Batas nilai tukar yuan yang dinaikkan dua kali lipat pada hari Senin mengacu pada resiko pelemahan yang lebih besar pada mata uang yang dianggap oleh sebagian banyak investor sebagai apresiasi satu arah selama bertahun-tahun, meski setelah range perdagangan harian yuan telah diperlebar sebelumnya.

Namun kepurusan ini menambah sejumlah faktor yang telah membuat investor cemas. Bank sentral telah merencanakan pelemahan pada nilai tukar yuan, menambah kecemasan pada pasar yang telah cemas mengenai default pertama obligasi domestik China, dan sinyal melambatnya pertumbuhan ekonomi, yang ditunjukkan oleh penurunan dramatis sebsar 18% pada sektor ekspor di bulan Februari dan lambatnya sektor manufaktur.

"Investor asing yang berbicara dengan kami sebelum pengumuman ini sudah menunjukkan kecemasan," ucap Brian Ingram, kepala bagian investasi pada Ping An Russell Investment Management di Shanghai. "Menurutku pengumuman ini menguatkan pertimbangkan bearish dalam jangka pendek bagi investor tersebut."

Bank sentral China mengatakan bahwa mulai dari hari Senin pihaknya akan memperbolehkan nilai tukar mata uang untuk naik atau turun sebesar 2% dari level saat ini setiap harinya. Range sebelumnya hanya 1%. Langkah ini disambut baik oleh ekonom sebagai sinyal bahwa pihak Beijing sedang memenuhi janjinya untuk memperboleh agar pasar memainkan peran lebih penting pada perekonomian. Secara teori itu artignya bank sentral akan lebih sedikit ikut campur pada pasar, meski trader mencurigai pemerintah, melalui bank-bank milik pemerintah, secara sengaja menekan nilai tukar yuan turun tahun ini untuk menghilangkah spekulasi apresiasi satu arah pada mata uang. Meski demikian, hal ini masih menimbulkan resiko meningkatnya volatilitas yang akan membuat investor semakin cemas.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar