Selasa, 24 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Laporan Surplus RI Kerek Nilai Tukar Rupiah

Senin, 3 Februari 2014 13:23 WIB
Dibaca 544

Monexnews - Hasil data perdagangan terbaru Republik Indonesia cukup mengejutkan sebagian investor. Jumlah surplus yang dicetak pada periode Desember 2013 nyatanya hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah surplus satu bulan sebelumnya. Valuta domestik langsung menguat pasca pengumuman data trade balance dirilis oleh Badan Pusat Statistik. 

"Jelas, ini merupakan sentimen yang bagus bagi pelaku pasar. Namun patut dilihat lagi apakah kinerja serupa kembali tercipta pada periode 2014," ujar Gundy Cahyadi, Ekonom Lembaga Keuangan DBS, seperti dilansir oleh Dow Jones Newswires. Gundy menggarisbawahi volume impor yang masih saja tinggi, sama dengan hasil laporan Oktober dan November lalu.

Nilai Rupiah menguat dari 12.250 menjadi 12.215 per Dollar pasca laporan perdagangan dirilis. Sementara imbal hasil (yield) obligasi Indonesia tenor 10 tahun turun 6 basis poin ke 8.97%. Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses memperkecil rasio pelemahannya dari 0.7% di pembukaan sesi, menjadi hanya 0.4% di siang hari ini.

Surplus Perdagangan

Seperti diberitakan sebelumnya, surplus Desember Indonesia naik nyaris dua kali lipat menjadi $1.52 miliar dibandingkan catatan bulan November yang hanya sebesar $789.3 juta. Hasil laporan data perdagangan hari ini cukup mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya 10 ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal hanya memperkirakan surplus sebesar $729.5 juta. Kombinasi antara kenaikan volume ekspor dan penurunan konsumsi impor menjadi faktor utama yang mempengaruhi hasil data di bulan Desember 2013.

Ekspor Desember tercatat sebesar $16.98 miliar atau naik signifikan 10.33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan lebih tinggi 6.56% dibandingkan hasil bulan sebelumnya. Sementara volume impor turun 0.79% dibandingkan Desember 2012 menjadi hanya $15.46 miliar. Namun jika dibandingkan dengan catatan bulan November lalu, arus impor masih tergolong kuat karena lebih tinggi 2.04%.

Surplus bulan Desember merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2013. Upaya pemerintah untuk menggerus jumlah defisit neraca transaksi berjalan bisa dikatakan sukses untuk sementara waktu. Apabila kinerja perdagangan bergerak konsisten, maka kurs Rupiah bisa kembali menguat terhadap Dollar secara bertahap dan keseimbangan neraca lebih terjaga. Beberapa ekonom dan kalangan perbankan sempat memprediksi nilai current-account deficit akan menyempit ke bawah 3% dari total gross domestic product tahun 2014 atau lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya yang dipaparkan pada tahun 2013 lalu, yakni sebesar 3.4% .

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar