Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Lembaga Rating Lempar Rusia ke 'Tong Sampah'

Selasa, 27 Januari 2015 11:13 WIB
Dibaca 777

Monexnews - Sesuai perkiraan, agensi kredit Standard&Poor's (S&P) akhirnya menurunkan penilaian kreditnya untuk Rusia menjadi 'junk' atau sampah beberapa jam lalu. Artinya, segala aset yang berasal dari negara ini tidak lagi memiliki daya tarik sama sekali dari kacamata investasi.

Keputusan S&P semakin mempersulit akses bagi Rusia untuk meminjam uang ke pasar kredit internasional. Investor kini terpaksa melepas surat hutang Rusianya dan hanya memegang obligasi yang masih memiliki grade investasi baik.

Penilaian negatif S&P terhadap Rusia memang sudah bisa diperkirakan sejak jauh-jauh hari. Mengingat pada bulan Desember lalu, agensi rating ini sudah memperingatkan pelaku pasar soal penurunan kinerja ekonomi di negeri beruang merah.

Kombinasi antara embargo ekonomi blok barat dan tren penurunan harga minyak dunia turut mempersempit ruang bisnis peusahaan swasta. Menurut Kepala Asosiasi Perbankan Rusia, Anatoly Aksakov, banyak perusahaan mulai kehabisan uang kas akibat tren perlambatan ekonomi dan instabilitas mata uang Ruble. Apabila tidak ada solusi dari pemerintah, dalam waktu dekat diprediksi akan banyak pelaku bisnis yang gulung tikar. "Rusia menghadapi arus kebangkrutan, bukan hanya lembaga kredit yang mengalaminya namun juga perusahaan swasta," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Komisi Pasar Keuangan Rusia ini pekan lalu.

Di saat yang sama, depresiasi mata uang Ruble telah memaksa pemerintah Rusia mengambil kebijakan tidak populer berupa penetapan suku bunga tinggi. Performa harga minyak yang buruk telah menjatuhkan nilai mata uang Rusia sampai 40% sepanjang tahun 2014.

Cadangan devisa Bank Sentral Rusia dikabarkan mulai mengering di akhir tahun lalu. Tabungan US Dollar Moskow ludes karena dipakai untuk membendung pelemahan kurs Ruble secara terus menerus. Dalam 12 bulan terakhir, Bank of Russia sudah membobol kas lebih dari $110 miliar atau sekitar $1.370 triliun untuk mengawal nilai tukar Ruble. Jumlah itu setara dengan seperempat total devisanya yang tersisa yang sekitar $390 miliar dalam bentuk emas dan aset luar negeri.

Belanja devisa semakin gencar dilakukan dalam beberapa pekan terakhir sebelum tahun baru 2015. Sejak awal Desember lalu, Bank of Russia melepas lebih dari $21 miliar ke pasar uang demi membendung depresiasi valuta. Upaya tersebut memang membuahkan hasil, namun efektivitasnya juga ditunjang oleh program bantuan pemerintah untuk sektor perbankan. Rusia berencana meng-injeksi 1 triliun Ruble (sekitar $18,6 miliar) lagi ke buku kas bank-bank komersial mulai tahun ini dan menetapkan aturan jaminan deposito maksimal 1,4 juta Ruble. Sayangnya pemerintah belum mempunyai formula ampuh untuk membantu penyelamatan bisnis sektor swasta. Untuk jangka pendek, penurunan suku bunga setidaknya diperlukan agar bunga pinjaman bank tidak memberatkan pelaku usaha di tengah iklim resesi. Buruknya kualitas dan prospek kredit hutang membuat Rusia akhirnya masuk status 'junk' dalam daftar rating kredit lembaga Standard & Poor's dan kemungkinan disusul oleh Fitch.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar