Minggu, 21 Januari 2018

world-economy  World Economy

Lima Menteri Keuangan Eropa Memperingatkan Risiko Reformasi Pajak AS

Selasa, 12 Desember 2017 17:53 WIB
Dibaca 2070

Monexnews -Lima perekonomian teratas Uni Eropa memperingatkan Amerika Serikat bahwa perombakan besar-besaran UU Pajak dapat melanggar beberapa kewajiban internasionalnya dan memiliki risiko mengubah perdagangan dunia.

Dalam sebuah surat kepada Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin,  menteri keuangan Jerman, Prancis, Inggris, Italia dan Spanyol menulis bahwa mereka memiliki "perhatian yang signifikan" tentang tiga inisiatif pajak pada khususnya.

Dalam surat tersebut, yang dilihat oleh The Associated Press, kelima orang tersebut menulis bahwa "penting bahwa hak pemerintah A.S. atas kebijakan pajak dalam negeri dapat dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan kewajiban internasional yang telah ditandatangani olehnya."

Surat tersebut menyoroti kekhawatiran di Eropa bahwa pemerintahan Trump akan menggunakan reformasi pajak sebagai awal pembuka jalan untuk mempromosikan diskriminasi dagang "American First", meningkatkan ketegangan yang telah meningkat di bidang kebijakan lain seperti di lingkungan dan perdamaian di Timur Tengah.

 Para menteri bersikeras bahwa mereka tidak berusaha untuk melakukan intervensi terhadap kebijakan dalam negeri AS. Meskipun demikian, surat tersebut memperingatkan Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS, bahwa Washington seharusnya tidak memulai perselisihan perdagangan dengan alasan tindakan anti-penghindaran dalam perpajakan.

Negara-negara Uni Eropa dengan waswas mengamati proposal pajak dalam negeri Presiden Trump saat RUU ini melalui proses di Kongres dan telah lama menyatakan kekhawatiran bahwa mereka mungkin akan merugikan perdagangan dunia dan perusahaan-perusahaan Uni Eropa pada khususnya.

Mereka secara khusus menyoroti rancangan undang-undang Base Erosion and Anti-abuse Tax (or BEAT). Langkah ini bertujuan untuk memerangi apa yang disebut erosi dasar dan peralihan keuntungan, praktik oleh beberapa perusahaan multinasional untuk menghindari pajak dengan memanfaatkan perbedaan dalam peraturan pajak di antara negara-negara untuk melaporkan keuntungan mereka secara artifisial di negara-negara dengan pajak rendah atau negara tidak mengenakan pajak.

(Irdy)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar