Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Malaysian Airlines Berniat PHK Karyawan dan Hengkang dari Bursa

Jumat, 29 Agustus 2014 17:13 WIB
Dibaca 567

Monexnews - Maskapai yang kerap tertimpa musibah dalam setahun terakhir, Malaysian Airlines, akan melakukan restrukturisasi bisnis untuk menutup kerugian yang dideritanya. Di dalamnya termasuk program PHK terhadap 30% tenaga kerja untuk membantu penghematan sekitar 6 miliar Ringgit atau setara $1.9 miliar. 

Malaysian Airlines akan memangkas 6000 sampai 14.000 SDM untuk mengurangi beban operasional, khususnya pasca peristiwa kecelakaan yang dialami dua armadanya. Selain itu, perusahaan negeri jiran ini juga akan menarik diri (delisting) dari bursa saham Kuala Lumpur di akhir tahun 2014. Setelah hengkang dari bursa, Malaysian Airlines ditargetkan bisa melaba lagi tiga tahun kemudian.

"Sederet kejadian tragis belakangan ini semakin memperkuat kebutuhan akan restrukturisasi," ujar investor utama Malaysian Airlines, Khazanah Nasional, yang diwakili oleh direktur pelaksananya. Pun demikian, pihak Khazanah yakin target penghematan 6 miliar Ringgit akan kembali tertebus saat Malaysian Airlines kembali masuk ke pasar saham nanti.

Pada kuartal II lalu, Malaysian Airlines mengalami kerugian dari 176 juta Ringgit menjadi 307 juta Ringgit. Namun jika dibandingkan kuartal I, jumlah kerugian menurun dari 443 juta Ringgit. Potensi laba di semester II memburuk karena reputasi bisnis perusahaan ternoda oleh peristiwa hilangnya pesawat MH370 di bulan Maret dan kasus jatuhnya MH370 bulan lalu.

Padahal jika tidak mengalami dua peristiwa tragis tadi, kepercayaan konsumen terhadap Malaysian Airlines sudah menurun karena kalah saing dengan maskapai murah semacam Air Asia. Selama 10 tahun terakhir, Khazanah Nasional menyuntikkan modal total mencapai 5 juta Ringgit ke dalam kas Malaysian Airlines. Khazanah berharap program restrukturisasi berjalan lancar sehingga mereka tidak perlu menanggung tanggung jawab bisnis lebih besar di masa depan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar