Senin, 16 Januari 2017

world-economy World Economy

Manipulasi Suku Bunga, Singapura Hukum 20 Bank

Senin, 17 Juni 2013 11:31 WIB
Dibaca 994

Monexnews - Otoritas keuangan Singapura menghukum 20 bank karena membiarkan trader-tradernya mencoba untuk memanipulasi suku bunga dan nilai acuan valuta asing. Sebanyak 133 trader tercatat melakukan upaya-upaya ilegal itu selama empat tahun sehingga memicu risiko di berbagai lini perdagangan termasuk pasar valuta asing dan komoditi.

The Monetary Authority of Singapore MAS) tidak menemukan bukti aktivitas kriminal selama investigasi skandal Libor dalam empat tahun belakangan. London Interbank Offered Rate atau Libor merupakan acuan suku bunga rata-rata yang ditentukan oleh bank-bank utama di London sebagai biaya bagi pinjaman dana antar bank. Otoritas gagal menemukan bukti terjadinya penyimpangan Libor namun melacak beberapa kali upaya manipulasi harga antara 2007 dan 2011.

"Meskipun jumlah trader yang terlibat (dalam kasus) relatif kecil, MAS harus memastikan standar integritas kami di industri keuangan," demikian rilis Bank Sentral Singapura. Pemerintah menginginkan setiap bank turut melestarikan budaya kerja yang bersih dan transparan, termasuk melakukan pengawasan terhadap para trader. Objek investigasi meliputi Sibor atau Libor versi Singapura yang mematok bunga penjaminan senilai triliunan Dollar serta suku bunga acuan bagi pinjaman komersial dan nilai tukar valas.

Beberapa bank yang terindikasi melakukan aksi kecurangan terbanyak adalah Royal Bank of Scotland (RBS) dan UBS, yang masing-masing telah membayar kompensasi senilai $612 juta dan $1.5 miliar kepada otoritas. Bank asal Belanda, ING, juga dilaporkan sudah membayar kewajibannya kepada pihak pengawas. Ketiga bank diperintahkan untuk menambah cadangan simpanannya di bank sentral sebanyak 1 sampai 1.2 miliar Dollar Singapura (US$956 juta). Sementara bank yang pertama kali mengakui aksi manipulatif di Singapura, Barclays, sudah melunasi tanggungan denda total 450 Dollar Singapura.

Adapun Bank of America, BNP Paribas dan Overseas-Chinese Banking Corporation (OCBC) diminta meningkatkan cadangan simpanannya di bank sentral sebesar 700 sampai 800 juta Dollar Singapura. Sedangkan 14 bank sisanya, termasuk nama-nama besar seperti Credit Suisse, Deutsche Bank, Standard Chartered, Citibank, HSBC dan JPMorgan Chase berhasil lolos dengan jumlah pinalti lebih kecil.

MAS menyatakan sebanyak 75% trader yang terindikasi melakukan kecurangan sudah dipecat atau mengundurkan diri. Sementara sisanya masih bekerja namun dikenai sanksi berupa mutasi, pemotongan bonus atau pengurangan gaji.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar