Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Mantan Bos Fed: Yuan Belum Siap 'Go International'

Rabu, 3 Juni 2015 11:07 WIB
Dibaca 4064

Monexnews - Pemerintah China sedang giat mempromosikan Yuan untuk menjadi salah satu alat tukar utama dalam sistem perdagangan dunia. Walaupun upaya itu mulai membuahkan hasil, ada beberapa pihak yang tidak yakin kalau status Yuan bisa meningkat sebagai mata uang ekspor impor.

Salah satu orang yang menilai Yuan belum siap untuk 'go international' adalah Ben S. Bernanke. Mantan orang nomor satu di Federal Reserve Bank Amerika Serikat ini menganggap China terlalu memaksakan mata uangnya untuk jadi valuta transaksi perdagangan internasional. "Ekonomi yang kuat saja belum cukup. China masih perlu melakukan banyak hal," katanya kepada CNN. Beberapa hal yang dimaksud olehnya antara lain me-liberalisasi neraca modal, mengubah rejim perdagangan dan memperdalam pasar obligasi dan aset lainnya.

Salah satu poin yang menjadi bahan kritikan adalah kebijakan mata uang yang dianut oleh China. Bank sentral sampai sekarang masih mematok pergerakan kursnya setiap hari sehingga Yuan menjadi tidak likuid. Pemerintah juga dituding sengaja memperlemah nilai tukar karena hal itu menguntungkan bagi pelaku ekspor dan menambah pemasukan dari sektor perdagangan.

Sebenarnya niat pemerintah China untuk menjadikan mata uangnya sebagai salah satu valuta perdagangan terpenting dunia mulai membuahkan hasil. Yuan kini merupakan mata uang yang paling banyak dipakai dalam transaksi perdagangan dengan Tiongkok, menggeser posisi Yen dan Dollar Hong Kong.

Pemerintah dan perusahaan di China memang mempromosikan penggunaan Yuan sebagai alat tukar dalam transaksi ekspor impornya. Kini sebanyak 31% pembayaran kerjasama perdagangan memakai Yuan, atau jauh meningkat dari hanya 7% pada tiga tahun silam (data World Interbank Financial Telecommunication).

Seiring dengan makin meningkatnya kerjasama langsung dengan China dan Hong Kong, Yuan lebih sering dipakai sebagai satuan tukar. Pemerintah China rajin memfasilitasi penggunaan mata uangnya dengan membuka pusat kliring di seluruh dunia, menandatangani perjanjian currency swap dan mematok kuota investasi asing.

Untuk mengakomodasi besarnya transaksi antara kedua wilayah, China membangun 4 pusat kliring baru guna mempermudah transaksi. Selain Kanada, Yuan menguasai 50% pembayaran ekspor impor antara Tiongkok dan Singapura, Taiwan, Korea Selatan serta Filipina. Sejak 2012, sebanyak 26 negara sudah memakai Yuan sebagai mata uang pembayaran langsung ke China dan Hong Kong. Namun secara global, mata uang ini masih berada di posisi 5 dalam daftar valuta yang paling sering dipakai dalam pembayaran di seluruh dunia dengan persentase hanya 2%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar