Minggu, 24 September 2017

world-economy  World Economy

Mantan Pejabat Ditangkap, PM China Buktikan Komitmen Anti-korupsi

Jumat, 3 April 2015 10:46 WIB
Dibaca 1195

Monexnews - Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, otoritas hukum China berhasil menyeret tokoh high-profile ke pengadilan atas tuduhan korupsi. Menurut media milik pemerintah Tiongkok, gugatan hukum telah didaftarkan terhadap Zhou Yongkang, mantan kepala keamanan dan eks-anggota Komisi Tinggi Partai Komunis.

Zhou kabarnya dijerat tuduhan berlapis yaitu penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan rencana pembocoran rahasia negara. Berita itu dipublikasikan oleh Xinhua News, mengutip pernyataan pengadilan. Sebelumnya berita dimulainya investigasi terhadap Zhou sempat menghebohkan warga China karena untuk kali pertama dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah tidak pernah menangkap figur-figur yang pernah atau sedang menjabat posisi strategis. Terakhir kali pengadilan China memenjarakan sosok penting yaitu pada awal 1980-an, di mana tokoh-tokoh yang masuk dalam kelompok 'Gang of Four' diadili karena keterlibatannya dalam Cultural Revolution.

Sama seperti di Indonesia, China juga masih berjuang memberangus aksi korupsi terutama di kalangan birokrat. Perdana Menteri Li Keqiang memastikan dirinya tidak main-main dalam upaya pemberantasan korupsi. Uniknya tepat 1 bulan lalu, Li Keqiang menegaskan dirinya tidak mentoleransi setiap aksi korupsi. Dalam pembacaan Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah, ia memperingatkan bahwa setiap pelaku akan menghadapi ancaman hukum yang serius, tidak peduli pada tingkatan mana mereka melancarkan aksinya. Penangkapan Zhou beberapa jam lalu seakan membuktikan statement sang perdana menteri.

Keseriusan Li terlihat jelas saat membacakan laporan kinerja jajarannya 5 Maret lalu, di mana kata 'korupsi' disebut sampai 8 kali. Ia mengaku bahwa tindakan kriminal ini masih menjadi masalah besar di pemerintahan, oleh karena itulah ia selalu menekankan integritas tinggi kepada para jajarannya. Menurut hasil pidato yang dilansir Wall Street Journal, PM Li mengaku ada sebagian kecil oknum di pemerintahan yang masih saja menyelewengkan wewenang dan uang negara. Hal itu diklaim akan mengganggu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 7% yang dicanangkan pemerintah di tahun 2015. Mengingat pemangkasan dana belanja oleh oknum-oknum berakibat pada penurunan daya serap anggaran oleh sektor ekonomi yang berhak menerimanya.

Langkah konkrit pemberantasan korupsi mulai digalakkan pemerintah Tiongkok, salah satunya adalah memangkas dana kunjungan ke luar negeri oleh aparat negara, fasilitas kendaraan dan kesehatan sebanyak 35%. PM Li meminta jajarannya untuk menjauhi apa yang disebut faktor-faktor pendorong korupsi yakni formalisme, birokratisme, hedonisme dan hidup berlebihan. China sendiri merupakan sedikit negara yang berani memberlakukan sanksi tegas kepada koruptor, yakni hukuman mati. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar