Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Manufaktur RI Refleksikan Fase Kontraksi Sektor Produksi

Selasa, 1 April 2014 14:00 WIB
Dibaca 742

Monexnews -

Angka aktivitas manufaktur PMI (purchasing managers' index) Indonesia yang dikalkulasi oleh institusi HSBC kembali menurun di bulan Maret dan sekaligus merefleksikan sebuah fase kontraksi di bidang produksi manufaktur.

Indeks manufaktur RI tercatat menurun tipis ke level 50.1 dari bulan sebelumnya 50.5 di Februari. Angka itu merupakan penurunan kali kedua bulan beruntun hingga mencatat level terendah dalam 7 bulan terakhir.

Menurut pihak HSBC, penurunan angka tersebut menunjukkan bahwa setelah langkah moneter yang agresif dan kebijakan pengetatan makro yang muncul pada pertengahan 2013 lalu, membuat permintaan domestik atas barang dan jasa menyusut dan terpaku pada laju yang moderat. Demikian pula dengan faktor eksternal, permintaan luar negeri yang meningkat tipis, mencerminkan lemahnya pertumbuhan pesanan ekspor baru.

Dalam penghitungan indeks manufaktur PMI, angka di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi pada aktivitas manufaktur, sedangkan angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.

Bank Indonesia (BI) pada bulan Maret telah menunrunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi antara 5,5% s/d 5,9% untuk tahun ini. Proyeksi itu berbeda dengan prediksi sebelumnya pada range 5,8% s/d 6,2%. Sementara negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini tumbuh 5,8% pada tahun 2013 lalu, merupakan pertumbuhan paling lambat sejak tahun 2009. (dar)

 

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar