Rabu, 20 September 2017

world-economy  World Economy

Mata Uang Komoditi Gelisah Nantikan Data China

Rabu, 16 April 2014 7:41 WIB
Dibaca 425

Monexnews - Mata uang komoditas melemah cukup tajam pada awal sesi hari Rabu, sementara mata uang lainnya mencoba mencari arah yang jelas seiring investor terus fokus pada perkembangan di Ukraina dan menjelang serentetan data ekonomi China. Pasar sedang bersiap untuk data China yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan paling lambat dalam 5 bulan pada kuartal pertama saat Beijing nampaknya menolak tekanan untuk menambah stimulus baru ke dalam prekonomian.

"Investor cukup cemas mengenai data GDP kuartal pertama hari ini. Banyak estimasi yang memperkirakan tingkat pertumbuhan China mengalami perlambatan," ucap Stan Shamu, strategis pada IG di Melbourne. Kecemasan menjelang data dan berita bahwa Ukraina telah meluncurkan operasi militer terhadap separatis, bergabung untuk melemahkan mata uang komoditas. Dollar Selandia Baru mendapat tekanan lebih lanjut oleh data inflasi yang berada di bawah perkiraan. Kiwi melemah ke level terendah dalam lebih dari sepekan setelah tingkat inflasi tahunan melambat hingga 1.5%, memicu pasar untuk memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini. Sementara  dollar Australia anjlok ke level rendah dalam sepekan di sekitar, mencetak penurunan harian terbesar dalam 1 bulan. Kedua mata uang antipodean tersebut juga melemah terhadap yen dan euro.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar