Selasa, 30 Mei 2017

world-economy  World Economy

Membaiknya Ekonomi Global dan Neraca Perdagangan Dorong Penguatan Rupiah

Kamis, 13 Februari 2014 10:33 WIB
Dibaca 669

Monexnews - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) pada Rabu (12/2) mencatat rupiah berada pada level 12.115 per dolar AS.

Dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, rupiah pada data kurs referensi JISDOR menguat 59 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level 12.174 per dolar AS. Penguatan rupiah ini merupakan yang tertinggi sejak 20 Januari 2014. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terkuatnya di posisi 12.095 per dolar AS. Sementara, di pasar Non Delivered Forward bertenor satu bulan, rupiah menguat 0,3 persen ke level 12.018 per dolar AS. Rupiah diperdagangan 0,7 persen lebih tinggi dari pasar spot lokal.

Terkait dengan penguatan rupiah, Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa pidato pimpinan bank sentral Amerika Janet Yellen yang memastikan penurunan nilai stimulus secara bertahap akan berdampak positif ke nilai penguatan rupiah. Hal ini dikarenakan, kebijakan moneter ketat The Fed ini akan menahan pelarian modal investor asing.

Lana mengatakan, pidato Yellen di depan kongres dinilai penting. Namun, sepanjang tidak ada kejutan yang berarti dalam arah kebijakan ekonomi AS, maka rupiah akan tetap bergerak positif. Terlebih, tidak ada kekhawatiran Yellen terhadap data tenaga kerja selama dua bulan terahir. "Saat ini ada kestabilan nilai mata uang di emerging market pasca-rilis data tenaga kerja AS yang di bawah ekspektasi pada pekan lalu. Kondisi data ekonomi global yang melemah juga menimbulkan sentimen berkurangnya ruang pelaksanaan pemangkasan stimulus," jelasnya.

Sementara itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy seperti dikutip media berpendapat bahwa rupiah kemungkinan akan menguat karena semakin menyempitnya defisit neraca transaksi berjalan. "Rupiah kemungkinan akan menguat mulai dari saat ini, hal ini mempertimbangkan data terbaru dan menyempitnya defisit neraca transaksi berjalan," paparnya. Selain itu, kondisi ekonomi China yang diprediksi membaik juga mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia. "Jadi laporan ekonomi China saat ini diprediksi baik bagi neraca perdagangan Indonesia," katanya.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar