Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Menkeu AS: Isu Plafon Hutang Bukan Alat Politik!

Selasa, 15 Januari 2013 11:49 WIB
Dibaca 517

Monexnews - Pemerintah Amerika Serikat (AS) terancam kehabisan dana untuk melanjutkan operasional negara di sekitar bulan Februari hingga awal Maret 2013. Apabila hal itu terjadi, maka disinyalir akan memicu kerusakan ekonomi jangka panjang yang berujung pada penurunan peringkat hutang negara di mata dunia. Kemungkinan tersebut hanya bisa dihindari apabila kongres menyetujui kenaikan plafon hutang yang saat ini ditetapkan sebesar $16,4 triliun.


Demikian pernyataan sikap menteri keuangan Amerika, Timothy Geithner, pada hari Senin kemarin (14/01). Geithner telah mengirim surat resmi kepada kongres berisi pandangannya tentang krisis anggaran pemerintah. Di dalamnya, ia menjelaskan bahwa Amerika bisa mengalami gangguan ekonomi apabila batas pinjaman tidak segera dinaikkan. Tidak hanya itu, pemerintah juga tidak bisa mengucurkan dana $80 juta setiap bulannya untuk kepentingan bantuan sosial dan kesehatan (medicare dan medicaid) serta dana pertahanan dan penegakan hukum.


"Semua pihak harus memahami bahwa kualitas kredit Amerika tidak bisa dijadikan alat tawar untuk berbagai kepentingan politik," sindir Geithner dalam suratnya kepada pejabat tinggi kongres. Surat itu juga diterima oleh juru bicara John Boehner, yang selama ini dikenal sebagai seteru abadi pemerintah. Beberapa anggota Partai republik mengatakan rela membiarkan instrumen hutang Amerika 'default' atau pemerintah gagal beroperasi, apabila hal itu bisa memaksa presiden Barack Obama untuk melakukan pemangkasan anggaran lebih besar.


Pihak Gedung Putih sendiri pada hari Senin kemarin menolak keras segala negosiasi dengan pihak Republik soal plafon hutang. Presiden Obama sepertinya berharap tekanan dari berbagai kalangan dan media cukup untuk mengusik sikap anggota Partai Republik di kongres. Timothy Geithner dan kementeriannya akan memberikan tenggat waktu yang lebih jelas tentang sampai kapan pemerintah bisa membayar surat hutangnya kepada investor. Timeline tersebut sangat tentatif karena pemasukan pajak pemerintah dan angka pembayaran hutang tidak bisa diprediksi.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar