Senin, 27 Maret 2017

world-economy  World Economy

Menkeu: Defisit Tak Akan Lampaui 2,38%

Jumat, 23 Agustus 2013 16:30 WIB
Dibaca 594

rial, helvetica, sans-serif;">Monexnews - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menegaskan, defisit anggaran tidak akan melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 2,38 persen. Hal teresebut ditegaskan Menkeu saat memaparkan paket kebijakan dan tindakan pengelolaan ekonomi untuk menjaga stabilitas keuangan dan pertumbuhan di Kantor Kepresidenan, Jumat (23/8). Menkeu menegaskan, kekhawatiran mengenai pembiayaan sudah bisa diatasi.

Menkeu mengatakan, pemberian insentif tentu akan berpengaruh kepada kesinambungan fiskal. "Tentu ketika kami menyampaikan ini (insentif fiskal), maka yang paling penting harus dijaga adalah kesinambungan fiskal, yang tentu akan berpengaruh kepada kesinambungan fiskal, dan kami pastikan budget deficit tidak akan melampui 2,38 persen,” tegasnya.

Pemerintah memandang dari realisasi belanja masih terdapat ruang untuk memberikan insentif fiskal. “Ruang dari fiskal insentif masih bisa diberikan karena memang dari realisasi belanja masih ada ruang. Dengan batas defisit 2,38 persen maka dipastikan pembiayaan aman sampai dengan akhir tahun, dan juga ke 2014," ucapnya.

Terkait konsumsi BBM, Menkeu menjelaskan, saat ini telah berada di bawah kuota. “Biasanya pertumbuhan itu berkisar 6 persen hingga 7 persen, sekarang hanya 4 persen,” jelasnya. Oleh karena itu, menurut Menkeu, defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2013 dan triwulan IV-2013 akan di bawah defisit transaksi berjalan pada triwulan II-2013 yang mencapai 4,4%. (ak)

 

Sumber: Rilis Resmi Kementerian rupiah-dapat-diantisipasi-dari-dua-indikator.htm">Keuangan Republik Indonesia

(www.depkeu.go.id)

 

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar