Jumat, 26 Mei 2017

world-economy  World Economy

Menkeu: Kebijakan Negara Maju Harus Pertimbangkan Negara Berkembang

Kamis, 17 Oktober 2013 16:44 WIB
Dibaca 696

Monexnews - Perlu kerja sama dan koordinasi yang baik antara negara maju dan berkembang untuk memastikan pemulihan ekonomi global berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di kantornya, Rabu (16/10).

Kebijakan dan upaya pemulihan yang dilakukan negara maju, lanjutnya, harus mempertimbangkan dampaknya kepada negara berkembang dan emerging market. "Komunikasi dan pola kebijakan negara maju harus mempertimbangkan pula kepentingan negara berkembang. Misalnya, kita tidak bisa tahan tapering off quantitative easing Amerika Serikat (AS)," jelas Menkeu.

Menkeu mencontohkan, kondisi di Indonesia hingga Bulan Mei sebelum isu penarikan stimulus moneter AS, berjalan sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah. Namun, adanya isu tersebut membuat permasalahan internal yang dialami semakin berat. "Ketika tapering di-announce, tiba-tiba negara berkembang jadi punya soal apa-apa. Jadi ketika mereka membuat kebijakan, mereka harus melihat isu di negara berkembang seperti apa," ungkapnya.

Hal tersebut, menurut Menkeu, menjadi pembahasan yang hangat dalam pertemuan internasional. Negara-negara maju pun menanggapinya dengan baik dan akan mengakomodir hal tersebut. "Itu yang saya bilang isu itu ditangkap baik, bahkan AS dukung itu, restoring growthnegara berkembang dan negara maju. Sama-sama naik, bukan at the expense of emerging market," tuturnya.(rja)

 

Sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan


 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar