Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Menkeu Menyayangkan Tingginya Transaksi dengan Mata Uang Asing di Dalam Negeri

Selasa, 1 Juli 2014 15:42 WIB
Dibaca 491

Monexnews - Menteri Keuangan M. Chatib Basri menyayangkan masih banyaknya penggunaan mata uang asing dalam transaksi di dalam negeri. Padahal ini merupakan amanat Undanga-undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. “Peraturannya sudah ada (UU Mata Uang), tapi tidak dijalankan,” katanya akhir pekan lalu.

Hal ini berkaitan dengan ultimatum dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung agar semua transaksi yang dilakukan di pelabuhan menggunakan mata uang rupiah. Menurut Menkeu, seharusnya setiap transaksi di dalam negeri memang dilakukan dengan rupiah, sebagai langkah awal penegakan UU Mata Uang tersebut.

Menurutnya, sejak tahun lalu, Kemenkeu, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian BUMN juga mendorong perusahaan plat merah untuk menggunakan rupiah di setiap transaksi bisnis dalam negeri. “Yang bisa dikendalikan pemerintah tentunya BUMN. BUMN itu kan milik pemerintah. Kalau menugaskan penggunaan rupiah, itu bisa dilakukan,” katanya.

Di kesempatan yang berbeda, Deputi Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara juga mengimbau masyarakat untuk mengimplementasikan aturan tersebut. Oleh karena itu, ia mendorong penggunaan rupiah di pelabuhan. Alasannya, penggunaan valas di pelabuhan saat ini bukan transaksi ekspor impor ataupun pembayaran utang luar negeri. "Padahal, itu membuat permintaan terhadap dolar yang sebenarnya tidak perlu, tapi pada prakteknya itu sudah cukup lama dilakukan dengan dolar," katanya. (as)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar