Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Menkeu: Pembiayaan Infrastruktur Oleh BUMN Lebih Fleksibel

Senin, 9 Februari 2015 9:51 WIB
Dibaca 394

Monexnews - Pemerintah berencana menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang dananya berasal dari pengalihan aset Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Di hadapan anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis (5/2) kemarin, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menguraikan perbadingan pengelolaan investasi dan pembiayaan infrastruktur oleh PIP dan PT SMI.

Menurut Menkeu, PT SMI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk perseroan nantinya akan memiliki fleksibilitas dalam hal pembiayaan infrastruktur. Sementara, PIP yang berbentuk Badan Layanan Umum, diakui Menkeu, memiliki beberapa keterbatasan.

Secara rinci Menkeu mengurai, dari segi pendanaan, misalnya, sumber pendanaan PIP sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara, dari pendanaannya, PT SMI lebih fleksibel, dengan kapasitas anggaran yang juga lebih besar.

“PT SMI karena dia berbentuk PT dan BUMN, maka dia punya kelebihan di dalam melakukan fund rising. Tentunya dengan kapasitas anggaran yang lebih besar, kemampuan leverage yang lebih besar juga,” jelas Menkeu.

Dari segi pengambilan keputusan, lanjutnya, karena PIP adalah BLU di bawah kesekretariatjenderalan, perlu rantai pengambilan keputusan yang lebih panjang dibanding PT SMI. “Fleksibilitas operasional PIP juga terbatas sesuai dengan mandat yang diberikan. PT SMI sesuai dengan definisi dari perseroan terbatas, dia menjadi lebih fleksibel,” tambahnya.

Selain itu, dari sisi kerentanan (exposure) dan risiko, PIP dinilai memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibanding PT SMI. Hal ini mengingat sifat PIP yang merupakan BLU dan terkait dengan keuangan negara secara langsung.

“Karena BLU adalah bagian dari keuangan negara langsung, maka apapun yang terjadi pada BLU itu akan berpengaruh langsung kepada keuangan negara. Sedangkan SMI kalau ada pengaruh itu langsung berdampak pada korporasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Menkeu berharap, pengelolaan investasi pemerintah dan pembiayaan infrastruktur nantinya dapat berjalan secara lebih optimal setelah dilakukan oleh PT SMI. “Kami berharap pola pengelolaan dengan BUMN (PT SMI) dapat memberikan ruang untuk mengoptimalkan pengelolaan investasi pemerintah, dan khususnya untuk memberikan pinjaman infrastruktur,” pungkasnya.(wa)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar