Rabu, 18 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Menkeu: Pengelolaan Kekayaan Negara Pegang Peran Penting

Jumat, 16 Agustus 2013 10:22 WIB
Dibaca 697

Monexnews - Peran pengelolaan kekayaan negara akan semakin penting pada masa mendatang. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri saat melakukan rapat kerja dengan jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di Kantor Pusat DJKN, Jakarta, Rabu (14/8).

Pengelolaan kekayaan negara yang terkonsolidasi, menurut Menkeu, dapat memberikan leverage yang besar dalam financing. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) DJKN yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas, seperti credit analyst untuk kekayaan negara sangat diperlukan.

Pada rapat tersebut, Menkeu juga melakukan pembahasan pending matters DJKN, antara lain tentang progress rancangan undang-undang (RUU) dan Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) tentang Penetapan Kualitas Piutang dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tak Tertagih Eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan Eks PT Perusahaan Penjamin Aset (PPA).

Menanggapi progress beberapa RUU yang saat ini masih dalam pembahasan, Menkeu akan meminta dukungan DPR untuk proses legislasinya. Hal ini dikarenakan, efektivitas seluruh kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi DJKN memerlukan infrastruktur hukum yang kuat sebagai landasan hukum.

Sementara itu, terkait RPMK Penetapan Kualitas Piutang dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tak Tertagih Eks BPPN dan Eks PT PPA, Menkeu memberikan beberapa arahan, antara lain terkait recovery rate yang digunakan dalam menghitung net realizable value piutang negara di neraca untuk disesuaikan dengan berbagai kondisi pengembalian piutang negara dan aset jaminannya.(wa/djkn)


sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

(www.depkeu.go.id) 


 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar