Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Menkeu: Rupiah Jebol 12.000 per Dollar karena Banyak Faktor

Kamis, 26 Juni 2014 14:05 WIB
Dibaca 744

Monexnews -  Penurunan nilai tukar Rupiah mulai dikhawatirkan oleh banyak pihak. Sebagian kalangan berspekulasi tentang alasan di balik melemahnya kurs valuta garuda hingga ke posisi 12.000 per Dollar.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Keuangan Chatib Basri dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo berupaya meyakinkan pelaku bisnis bahwa fluktuasi nilai tukar masih terkendali. Bauran kebijakan kementerian dan strategi moneter bank sentral diyakini bisa menciptakan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian.  

Dalam sebuah kesempatan di hadapan awak media hari ini, Menkeu Chatib Basri mengatakan ada 3 faktor yang memicu pelemahan Rupiah dalam sebulan terakhir. Pertama adalah efek persaingan calon presiden jelang pemilu dua pekan mendatang. Sejak eskalasi persaingan memuncak, Dollar menurutnya sudah naik dari Rp11.300 ke Rp11.600. Semakin dekat masa pemilu, semakin besar pula kekhawatiran investor terkait siapa presiden RI dalam lima tahun ke depan. "Uncertainty selama masa pemilu inilah yang membuat Rupiah melemah," ungkap Chatib di Jakarta, Kamis (26/06).

Faktor ke-dua tak lain adalah efek negatif dari pembengkakan defisit neraca perdagangan pada bulan Maret sebagaimana dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di bulan Mei kemarin. Pada periode ini, Rupiah mulai melemah lagi sampai ke level 11.800 per Dollar. Sementara faktor ke-tiga yaitu pengaruh eksternal, tepatnya dari krisis politik dan keamanan di negara Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia. Pada titik inilah Dollar sampai pada posisi Rp 12.000.

Menkeu berdalih trend penguatan Rupiah memang sudah menjadi hal yang wajar karena mata uang lain di kawasan regional Asia juga mengalami hal serupa. "Bukan hanya Rupiah, Rupee (India) dan mata uang lainnya juga melemah," imbuhnya.

Bank Indonesia sendiri sudah mengambil langkah intensif untuk membendung pelemahan kurs domestik. Meskipun akhirnya tembok pertahanan Rupiah jebol juga di penghujung semester I 2014. Bank sentral sudah menaikkan suku bunga sebanyak total 175 basis poin antara bulan Juni dan November 2013 untuk menjinakkan inflasi dan melindungi kurs. Dan gubernur Agus Martowardojo belum menginginkan adanya suatu pelonggaran moneter walau pertumbuhan ekonomi melambat.  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar