Minggu, 26 Maret 2017

world-economy  World Economy

Menlu AS: Rencana Serangan ke Syria Bukan Hanya Gertakan

Senin, 16 September 2013 11:01 WIB
Dibaca 772

Monexnews - Amerika Serikat mewanti-wanti pemerintah Bashar al Assad untuk mematuhi kesepakatan soal penyerahan senjata kimia Syria. Melalui Menteri Luar Negeri John Kerry, Gedung Putih menyatakan ancaman serangan militer ke negara sekutu Iran dan Rusia itu bukanlah gertak sambal semata. Niat invasi bisa saja kembali menguat apabila presiden Bashar al Assad tidak mematuhi kesepakatan bersama. 

Dalam kunjungannya ke Jerusalem, John Kerry menegaskan bahwa 'rencana penyerangan adalah sungguh-sungguh' dan bukan hanya pendekatan diplomatis. Seperti diketahui, pihak Rusia berhasil merayu pemerintah Syria untuk menahan diri guna menghindari konflik militer. Pemerintah Damaskus diharuskan meng-inventarisasi seluruh komponen senjata kimianya dalam waktu satu pekan. Bashar al Assad juga sepakat untuk menghancurkan atau mengyerahkan komponen-komponen senjata pemusnah massal selambatnya pada pertengahan 2014 mendatang.

Pihak Washington bersikukuh bahwa Syria telah mengganggu stabilitas keamanan internasional dengan memakai senjata kimia untuk membunuh warganya sendiri. Atas dasar itulah, Amerika berniat menyerang Syria sebelum akhirnya kondisi didinginkan oleh sekutu Bashar al Assad yakni Rusia. "Tindakan mereka sangat tidak manusiawi dan tidak bisa ditoleransi," demikian tegas Kerry di Jerusalem. Kesepakatan pelucutan senjata kimia sudah dikonfirmasi oleh pihak Rusia dan Amerika, namun belum ada pernyataan resmi dari pihak al Assad. Hal ini menuai keraguan apakah presiden Syria ini pada akhirnya akan mematuhi perjanjian itu atau justru mangkir dari tanggung jawabnya.

Kunjungan Kerry ke Jerusalem sekaligus untuk membahas tentang kepentingan Israel di tengah dinamika politik Timur Tengah. Israel khawatir kalau sewaktu-waktu mereka jadi sasaran tembak musuh-musuhnya karena sikap berseberangan dengan pemerintah Syria. Terlebih lagi, ada kemungkinan senjata pemusnah massal atau roket kimia Syria jatuh ke tangan kelompok ekstrimis seperti Hizbullah. Atas dasar itulah, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta John Kerry untuk tetap mengawasi Syria. Lebih dari itu, Amerika dan Israel juga berkomitmen untuk tetap mengawasi upaya sterilisasi nuklir Iran, yang juga merupakan sekutu Syria. Kerry juga berkomitmen untuk menetapkan standar perlakuan yang sama terhadap negara-negara yang berpotensi memicu Perang Dunia seperti Korea Utara.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar