Rabu, 18 Januari 2017

world-economy World Economy

Menlu Ukraina: Resiko Perang Dengan Rusia Meningkat

Senin, 24 Maret 2014 12:02 WIB
Dibaca 750

Monexnews -

Menteri luar negeri Ukraina mengatakan bahwa resiko terjadi perang dengan Rusia telah meningkat seiring Presiden Barack Obama bersiap untuk mengunjungi Eropa ditengah seruan dari para anggota parlemen AS agar Barat berikan dukungan lebih untuk pemerintahan Kiev.

Pejabat AS mengatakan bahwa tentara Rusia berkumpul secara bersamaan di hampir seluruh perbatasan Ukraina dan jumlahnya hampir lebih banyak dua kali lipat dari ketika menteri pertahanan Rusia mengumumkan latihan militer pertama kali di dekat Ukraina.

Ukraina siap untuk “mempertahankan tanah air mereka,” kata Menteri Luar Negeri Andrii Deshchytsia dalam sebuah wawancara yang di siarkan kemarin di TV ABC dalam program “This Week.”

“Situasi saat ini menjadi lebih eksplosif daripada sepekan yang lalu,” kata Deshchytsia.

Obama yang melakukan kunjungan ke Belanda pada hari ini yang merupakan hari pertama dalam enam hari kunjungannya. Sementara ini, Obama  masih fokus pada pemberian sanksi diplomatik dan alat-alat ekonomi, dia telah bergabung dengan para pemimpin Eropa dalam memberikan peringatan konsekuensi lebih lanjut jika Rusia meneruskan “serangan”-nya.

Dalam sebuah wawancara di CNN dalam program “State of the Union", deputi penasehat keamanan nasional AS, Tony Blinken mengatakan bahwa pergerakan dari tentara Rusia telah menciptakan lebih banyak ketidakstabilan di Ukraina.

“Ini sangat memprihatinkan untuk melihat penumpukan tentara Rusia di sepanjang perbatasan,” kata Blinken.  “Kemungkinan mereka sedang mencoba lakukan intimidasi kepada Ukraina. Ada kemungkinan besar bahwa mereka sedang bersiap-siap untuk bergerak masuk.”

Negara-negara Barat dan Rusia telah bertukar sanksi ekonomi sejak Presiden Rusia Vladimir Putin menyelesaikan aneksasi Crimea.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar