Sabtu, 29 Juli 2017

world-economy  World Economy

Menteri Ekonomi Jepang: Soal Target Inflasi, Pemerintah Fleksibel

Rabu, 28 Januari 2015 14:00 WIB
Dibaca 674

Monexnews - Menteri Ekonomi dan Fiskal Jepang, Akira Amari, kembali menegaskan pihaknya tidak memiliki target waktu pencapaian inflasi 2%. Baik pemerintah dan Bank of Japan hanya akan terus memantau perkembangan harga-harga di pasar tanpa mematok jangka waktu tertentu. 

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal beberapa saat lalu, menteri Amari mengatakan pemerintah bersikap fleksibel dalam upaya pencapaian inflasi Jepang. Sikapnya itu senada dengan komentar Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, yang meminta agar publik tidak terlalu berharap inflasi 2% terpenuhi secara cepat. Namun Kuroda memperkirakan target inflasi bisa dicapai di sekitar tahun fiskal 2015, tenggat waktu yang dianggap oleh pengamat ekonomi terlalu muluk.

Perbedaan pendapat di dalam tubuh Bank of Japan (BOJ) sendiri semakin meruncing beberapa hari terakhir menyusul putusan stimulus moneter 31 Oktober lalu. Sebagian anggota BOJ dikabarkan meminta klarifikasi kepada pimpinannya soal alasan di balik penambahan stimulus, seperti isi laporan rapat tanggal 18 dan 19 Desember 2014. Beberapa anggota merasa tidak puas dengan penjelasan bank sentral terkait langkah pelonggaran ekonominya. Isyarat perpecahan memang sangat jelas karena hasil voting stimulus kala itu hanya 5:4 atau beda tipis satu suara. Adapun langkah pelonggaran moneter yang diambil oleh BOJ yaitu:

- Meningkatkan monetary base menjadi 80 triliun yen per tahun.
- Meningkatkan pembelian ETF dalam 1 tahun dari 1 triliun yen menjadi 3 triliun yen.
- Meningkatkan pembelian J-REIT dalam 1 tahun dari 30 miliar yen menjadi 90 miliar yen.
- Memperpanjang jatuh tempo rata-rata kepemilikan obligasi JGB dari 6-8 tahun menjadi 7-10 tahun.
- BOJ akan mengikutsertakan JPX-Indeks Nikkei 400 dalam program pembelian aset.

Sementara data yang dihimpun dari BOJ terungkap bahwa:

- Kepemilikan obligasi JGB akan mencapai 297 triliun yen pada akhir 2014.
- Monetary Base akan menjadi 275 triliun yen pada akhir tahun 2014.
- Kepemilikan ETF akan mencapai 3,8 triliun yen pada akhir 2014.
- Kepemilikan J-REIT akan mencapai 180 miliar yen pada akhir 2014.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar