Sabtu, 21 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Meski Surplus, Ekspor Indonesia Masih Rapuh

Rabu, 1 Mei 2013 11:09 WIB
Dibaca 474

Monexnews - Untuk kali pertama dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia mencatat surplus perdagangan. Data trade balance bulan Maret yang dirilis hari ini memperlihatkan bahwa defisit $330 juta yang tercatat pada bulan Februari berbalik menjadi surplus sebesar $300 juta menyusul penurunan volume impor.

Angka tersebut mengejutkan sekaligus mematahkan estimasi analis yang memperkirakan defisit $130 juta di bulan Maret. Total ekspor Indonesia adalah sebesar $15 miliar atau turun 13.03% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 dan 0.08% lebih rendah dibandingkan satu bulan sebelumnya. Sementara volume impor turun 9.97% (tahunan) dan 4.01% dibandingkan bulan Februari menjadi $14.7 miliar. Sebagai catatan, surplus bulan Maret lebih terjadi karena berkurangnya konsumsi impor dan bukan efek perbaikan lini ekspor ke negara-negara mitra dagang.  

Sejak tahun lalu, Indonesia konsisten mencatat defisit akibat melemahnya pesanan ekspor dan tingginya impor ke dalam negeri. Kondisi diperburuk oleh kebijakan impor alat-alat mesin, barang modal dan bahan bakar yang ditetapkan oleh pemerintah. Presiden dan kabinetnya berencana menaikkan harga BBM guna meringankan beban subsidi dalam anggaran negara. Apabila bisa diimplementasikan dengan baik, maka impor BBM bisa berkurang dan defisit perdagangan kembali menyempit. Apabila pemerintah enggan untuk melaksanakannya, maka nilai tukar Rupiah bisa semakin tertekan hingga ke atas 10.000 per Dollar. Kurs Rupiah saat ini terpantau di level 9727-9732 per Dollar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar