Kamis, 14 Desember 2017

world-economy  World Economy

Meski Surplus Perdagangan, Laju Ekspor RI Masih Minus

Senin, 16 Maret 2015 11:42 WIB
Dibaca 932

Monexnews - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan laporan ekspor impor Indonesia untuk periode Februari 2015. Jumlah surplus perdagangan tercatat sebesar $700 juta atau di atas ekspektasi pasar yang sebesar $617 juta. Namun begitu, sektor ekspor yang merupakan pos pendapatan penting negara masih saja minus.

Angka ekspor RI di bulan Februari tercatat sebesar $12,29 miliar atau lebih rendah 7,99% dibandingkan periode Januari 2015 dan juga lebih rendah 16,02% dari bulan yang sama tahun lalu. Adapun nilai impor sebesar $11,55 miliar atau merosot 8,42% dibandingkan bulan Januari 2015 dan lebih rendah 16,24% dari bulan yang sama tahun lalu.

Dalam abstraksi laporannya, BPS menyatakan ekspor nonmigas Februari 2015 mencapai US$10,40 miliar, turun 7,83% dibanding Januari 2015. Demikian juga bila dibandingkan ekspor Februari 2014, angkanya turun 12,68%. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2015 mencapai US$25,64 miliar atau menurun 11,89 % dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$21,67 miliar atau menurun 9,22%.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Februari 2015 terhadap Januari 2015 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$230,1 juta (29,94%), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$41,7 juta (56,13%). Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Februari 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$1,19 miliar, disusul Jepang US$1,13 miliar dan India US$0,96 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,53 %. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,24 miliar.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-Februari 2015 turun sebesar 8,60% dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 14,8 %, sementara ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,37 %. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Februari 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$4,16 miliar (16,2 %), diikuti Kalimantan Timur sebesar US$3,50 miliar (13,65%) dan Jawa Timur sebesar U$3,23 miliar (12,6 %).

Nilai impor Indonesia Febuari 2015 mencapai US$11,55 miliar atau turun 8,42% dibanding Januari 2015. Demikian pula jika dibanding Februari 2014 turun 16,24%. Impor nonmigas Februari 2015 mencapai US$9,83 miliar atau turun 6,34 % dibanding Januari 2015, sementara bila dibanding Februari 2014 turun 4,86%. Impor migas Februari 2015 mencapai US$1,72 miliar atau turun 18,70 % dibanding Januari 2015, demikian pula jika dibanding Februari 2014 turun 50,26 %.
Nilai impor nonmigas terbesar Februari 2015 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,82 miliar. Nilai ini turun 10,29% dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2015.

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Februari 2015 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$2,51 miliar (25,52 %), Jepang US$1,26 miliar (12,79 %), dan Thailand US$0,71 miliar (7,19 %). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 20,84 %, sementara dari Uni Eropa 7,70 %. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Februari 2015 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 14,59 %; 15,88 %; dan 16,05 %. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar