Jumat, 24 Maret 2017

world-economy  World Economy

Meski Terbukti Korupsi, Mantan Pejabat China Lepas dari Hukuman Mati

Jumat, 12 Juni 2015 11:17 WIB
Dibaca 2656

Monexnews - Pengadilan China beberapa saat lalu menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada mantan pejabat keamanan nasional dan mantan anggota dewan Partai Komunis, Zhou Yongkang, karena terbukti korupsi dan kejahatan lainnya. Mantan politisi paling berpengaruh di Tiongkok ini juga diklaim pernah membocorkan rahasia negara kepada pihak luar.

Pengadilan menyatakan bahwa Zhou mengambil uang suap lebih dari $118.000 untuk melicinkan berbagai proyek perusahaan-perusahaan energi dan anggota keluarganya. Jika dijumlahkan, seluruh kekayaan keluarganya bahkan mencapai $300 juta yang sebagian dihasilkan dari sogokan semasa ia menjabat sebagai kepala keamanan. Atas dosa-dosanya ini, jaksa sempat menuntut hukuman mati sebelum akhirnya dimentahkan oleh hakim karena aksinya dianggap tidak menyebabkan kerugian materiil secara langsung bagi negara. Zhou Yongkang menerima keputusan tersebut dan menyatakan tidak akan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.

Penangkapan Zhou

Pada bulan April lalu, untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, otoritas hukum China berhasil menyeret tokoh high-profile ke pengadilan atas tuduhan korupsi. Zhou dijerat tuduhan berlapis yaitu penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan rencana pembocoran rahasia negara. Berita dimulainya investigasi terhadap Zhou sempat menghebohkan warga China karena jarang sekali pemerintah bisa menangkap figur-figur yang pernah atau sedang menjabat posisi strategis. Terakhir kali pengadilan China memenjarakan sosok penting yaitu pada awal 1980-an, di mana tokoh-tokoh yang masuk dalam kelompok 'Gang of Four' diadili karena keterlibatannya dalam Cultural Revolution.

Sama seperti di Indonesia, China juga masih berjuang memberangus aksi korupsi terutama di kalangan birokrat. Perdana Menteri Li Keqiang memastikan dirinya tidak main-main dalam upaya pemberantasan korupsi. Dalam pembacaan Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah, ia memperingatkan bahwa setiap pelaku akan menghadapi ancaman hukum yang serius, tidak peduli pada tingkatan mana mereka melancarkan aksinya. Penangkapan Zhou beberapa jam setelah pidatonya itu seakan menjadi bukti ucapan sang perdana menteri.

Keseriusan Li dalam memberantas kejahatan kerah putih terlihat jelas saat membacakan laporan kinerja jajarannya 5 Maret lalu, di mana kata 'korupsi' disebut sampai 8 kali. Ia mengaku bahwa tindakan kriminal ini masih menjadi masalah besar di pemerintahan, oleh karena itulah ia selalu menekankan integritas tinggi kepada para jajarannya. PM Li mengaku ada sebagian kecil oknum di pemerintahan yang masih saja menyelewengkan wewenang dan uang negara. Hal itu diklaim akan mengganggu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 7% yang dicanangkan pemerintah di tahun 2015. Pemangkasan dana belanja oleh oknum-oknum berakibat pada penurunan daya serap anggaran oleh sektor ekonomi yang berhak menerimanya.

Langkah konkrit pemberantasan korupsi mulai digalakkan pemerintah Tiongkok, salah satunya adalah memangkas dana kunjungan ke luar negeri oleh aparat negara, fasilitas kendaraan dan kesehatan sebanyak 35%. PM Li meminta jajarannya untuk menjauhi apa yang disebut faktor-faktor pendorong korupsi yakni formalisme, birokratisme, hedonisme dan hidup berlebihan. China sendiri merupakan sedikit negara yang berani memberlakukan sanksi tegas kepada koruptor, yakni hukuman mati. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar