Sabtu, 29 Juli 2017

world-economy  World Economy

Militan Libya Tidak Ingin Intervensi AS

Rabu, 28 Mei 2014 9:51 WIB
Dibaca 374

Monexnews - Pimpinan militan Libya memperingatkan AS untuk tidak melakukan intervensi atau melihat konflik yang lebih buruk dari pada di Somalia, Irak, dan Afganistan. Situasi Libya cukup labil pasca tergulingnya Qaddafi tiga tahun silam. Golangan pro-Islam, anti-Islam, dan kelompok tertentu saling bersaing untuk menguasai pemerintahan anggota OPEC tersebut. Kediktatoran Qaddafi selama 4 dekade telah membuat militer Libya tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatasi aksi pemberontakan yang kini bahkan menjadi elemen penting di dunia politik Libya.

Pemilu dini pada bulan Juni mendatang telah diusulkan sebagai salah satu upaya untuk meredakan krisis namun banyak masyarakat di Libya yang melihat hal tersebut tidak cukup untuk menjembatani perbedaan antara berbagai pihak. Cadangan minyak Libya kini menjadi taruhan. Produksi dan ekspor minyak Libya telah menyusut akibat munculnya blokade oleh militan yang. Militan yang dipimpin oleh Ibrahim Jathran telah mengambil alih 4 pelabuhan minyak utama Libya seraya utarakan keinginan otonomi yang lebih luas untuk wilayah yang dipimpinnya. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar