Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

Minggu Ini, Presiden Sampaikan RAPBN 2015 ke DPR

Selasa, 12 Agustus 2014 11:51 WIB
Dibaca 458

Monexnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2015 di hadapan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Jumat (15/8) mendatang.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menegaskan, penyusunan RAPBN 2015 bersifat baseline yang memperhitungkan kebutuhan pokok penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini mengingat APBN 2015 akan dijalankan oleh presiden dan kabinet baru.

“Melalui hal ini maka pemerintahan baru akan memiliki ruang fiskal (fiscal space) yang lebih leluasa untuk memasukkan inisiatif program baru beserta anggarannya melalui APBN-Perubahan yang dipercepat pada 2015. Inisiatif program baru harus masuk menjadi pokok-pokok kebijakan dan alokasi belanja dalam postur APBN-Perubahan 2015,” kata Firmanzah di Jakarta, Senin (11/8) sebagaimana dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyusunan RAPBN dalam masa transisi kepemimpinan ini telah diatur dalam tata aturan perundang-undangan yang berlaku. “Hal ini tercermin pada pasal 5 ayat (1) Undang-Undang  Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, bahwa dalam rangka menjaga kesinambungan dan untuk menghindarkan kekosongan rencana pembangunan nasional, Presiden yang sedang memerintah pada tahun terakhir pemerintahannya diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun pertama periode Pemerintahan Presiden tahun berikutnya,” urainya.

Ia menambahkan, mengingat presiden baru dan kabinetnya akan melaksanakan APBN-P 2014 di sisa akhir tahun fiskal, Presiden Yudhoyono akan tetap mengajak komunikasi presiden terpilih setelah adanya Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“Antara tanggal 22 Agustus sampai Presiden baru terpilih diambil sumpah pada 22 Oktober 2014 merupakan momen yang akan digunakan untuk melakukan proses transisi program kerja dan fiskal, baik pelaksanaan APBN-P 2014 maupun APBN 2015,” jelasnya.(nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar