Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

world-economy World Economy

Minyak Mentah AS Berjangka Merosot Terkait Data China & Jepang

Kamis, 23 Mei 2013 22:26 WIB
Dibaca 295

Monexnews -

Minyak mentah berjangka AS diperdagangkan melemah untuk hari ketiga berturut-turut terkait indikasi bahwa sektor manufaktur China mengalami kontraksi.

Sinyal pelemahan ekonomi dari negara konsumen minyak terbesar kedua dunia muncul bersamaan ditengah ketegangan para pelaku pasar akibat potensi berakhir program stimulus The Fed. Alhasil, terjadi risk aversion / pengalihan resiko para investor yang terbukti pada pelemahan indeks berisiko seperti saham Nikkei Jepang yang merosot 7.3% dan mencatatkan kejatuhan harian terbesar sejak bencana tsunami Maret 2011.

Di China, indeks manufaktur PMI jatuh ke 49.6 di bulan Mei dari sebelumnya 50.4, angka dibawah 50 merupakan sinyal kontraksi untuk sektor manufaktur sehingga menimbulkan ketakutan atas pelambatan permintaan minyak dari China yang mencapai angka 890,000 barrel per hari.

Terpantau sejauh ini harga minyak mentah AS berjangka anjlok -1.36% di level $92.98 per barrel, setelah meraih titik tertinggi intraday di $94.18 dan level terendah hariannya di $92.21 per barrel.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar