Kamis, 19 Januari 2017

world-economy World Economy

Moody's: Ada Risiko di Balik Pemangkasan Bunga China

Kamis, 14 Mei 2015 11:01 WIB
Dibaca 3071

Monexnews - Moody's Investors Service memperingatkan adanya efek negatif dari pelonggaran moneter yang dilakukan oleh People's Bank of China's (PBOC) belakangan ini. Pemangkasan suku bunga sebanyak 3 kali dalam enam bulan terakhir merupakan kabar buruk bagi bank-bank komersial di sana. 

Penurunan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Sentral China akan merugikan bank-bank karena membuat selisih antara suku bunga pinjaman dan bunga deposito semakin lebar. "Kami perkirakan selisih suku bunga kredit dan deposito akan menyempit dari 2,10% menjadi 1,95%," kata Moody's. Perkiraan itu mengacu pada asumsi bahwa bunga deposito akan naik menjadi 140% dari suku bunga acuan. Selisih bunga tadi akan mengurangi tingkat profitabilitas bank komersial China.

PBOC memang merespon cepat tanda-tanda penurunan ekonomi selama beberapa bulan terakhi. Selain menurunkan suku bunga deposito dan pinjaman sebanyak 25 basis poin, bank sentral juga memperlonggar batasan bunga deposito dari 130% menjadi 150% terhadap bunga acuan. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan daya saing produk perbankan di tengah banyaknya investasi alternatif, merangsang minat deposito dan menyeimbangkan kas bank-bank. Namun Moody's mengklaim kebijakan ini akan merugikan bank-bank skala kecil dan menengah karena mereka lebih sensitif terhadap perubahan spread bunga deposito. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar