Kamis, 30 Maret 2017

world-economy  World Economy

Moody's: Presiden Baru Harus Bisa Gerus Defisit

Selasa, 22 Juli 2014 13:11 WIB
Dibaca 478

Monexnews -  Jelang suksesi kepemimpinan di Republik Indonesia, investor memendam satu harapan besar untuk lima tahun ke depan. Reformasi fiskal yang lebih tegas diidamkan oleh banyak kalangan karena dianggap sebagai modal pertumbuhan ekonomi yang mendasar.

Menurut Moody's Investors Service hari ini (22/07), pemerintahan yang baru harus mampu melaksanakan amanat reformasi fiskal. Pasalnya tanpa hal tersebut, defisit neraca transaksi berjalan tidak akan berkurang. Terlebih lagi, beban defisit diprediksi membengkak karena impor BBM masih sangat besar. Seiring dengan memanasnya konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak dunia hanya akan menambah beban defisit untuk beberapa bulan ke depan. Risiko lainnya berasal dari penurunan jumlah permintaan produk komoditas dari China, yang berpengaruh terhadap berkurangnya volume ekspor Indonesia. Presiden terpilih harus punya strategi jitu untuk menangani masalah ini.

Indikasi kemenangan Joko Widodo dalam pilpres 9 Juli lalu semakin kuat dan disambut baik oleh pelaku pasar. Investor menilai sosok Jokowi lebih pro-pengusaha ketimbang rivalnya, Prabowo Subianto, yang lebih nasionalis. Meski hasil resmi pemilihan presiden KPU baru bisa dilihat sore nanti, pasar saham sudah menjalani sesi dengan penguatan karena tanda-tanda kemenangan Jokowi-JK semakin nyata.   

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar