Kamis, 25 Mei 2017

world-economy  World Economy

Naik 8 Peringkat “Doing Business” Bank Dunia, Menkeu Akui Masih Banyak Yang Harus Dilakukan Indonesia

Rabu, 30 Oktober 2013 16:14 WIB
Dibaca 306

Monexnews - Bank Dunia beberapa waktu yang lalu merilis peringkat negara terbaik untuk melakukan bisnis atau lebih dikenal dengan laporan “Doing Business 2014". Menanggapi laporan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengatakan bahwa masih banyak perbaikan yang harus dilakukan Indonesia, meskipun peringkat Indonesia naik 8 peringkat dari tahun sebelumnya. “Bank Dunia kan peringkat 128 sebelumnya, sekarang jadi 120. Ini kan persoalan hukum yang sedang diperbaiki di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dengan bilateral investment,” kata Menkeu di Jakarta (30/10).

Sementara itu, sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan II (Wamenkeu II) Bambang P.S. Brodjonegoro menilai laporan Bank Dunia tersebut tidak dapat diperbandingkan antara satu negara dengan negara lain. “(laporan) itu saya lihat cermin kita sendiri. Tapi untuk fairness agak meragukan karena Indonesia negara besar, kompleks jadi tidak fair membandingkan Singapura yang levelnya kota, dengan Indonesia dari Sabang-Marauke,” ungkap Wamenkeu II di Jakarta (29/10).

Lebih lanjut Wamenkeu II menjelaskan bahwa hendaknya pihak lain tidak selalu membandingkan Indonesia dengan Singapura, karena negara ASEAN bukan hanya Singapura melainkan juga termasuk Thailand, Filipina, dan Vietnam. “Jadi gambaran yang diberikan lebih jelas. Kadang-kadang justru kompleksitas dan ukuran negara yang membuat kita kesulitan. Kecuali negara yang sudah maju sekali, seperti Amerika karena sudah bisa me-manage segalanya secara detail,” tutur Wamenkeu II.

Seperti diketahui bahwa berdasarkan laporan “Doing Business 2014” dua negara ASEAN yakni Singapura dan Malaysia menduduki peringkat 10 besar negara dalam kemudahan bisnis bagi pelaku usaha. Posisi pertama ditempati oleh Singapura yang diikuti oleh Hongkong dan Selandia Baru. Indonesia sendiri berada pada peringkat 120 dari 189 negara yang disurvei. (nic)


Sumber: publikasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar