Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Negara ASEAN Dinilai Kebal dari Efek Krisis Rusia

Selasa, 23 Desember 2014 13:56 WIB
Dibaca 523

Monexnews - Krisis ekonomi yang dialami Rusia dikhawatirkan melebar ke negara-negara berkembang, termasuk yang berada di kawasan Asia Tenggara. Pelaku pasar cemas kalau benih-benih krisis saat ini bisa berakibat pada terjadinya krisis kronis seperti yang terjadi tahun 1997 silam.

Namun demikian, ada beberapa pihak yang yakin kalau wilayah ASEAN tidak akan terdampak oleh bencana ekonomi yang dialami oleh Rusia. "Kekhawatiran itu tidak pada tempatnya," demikian pendapat bank investasi UOB dalam laporan yang dikutip oleh Dow Jones Newswires. UOB menilai negara-negara ASEAN sudah lebih mampu mengatasi efek negatif dari dinamika yang terjadi di luar negeri.Asia Tenggara menjadi lebih kuat karena pemerintahnya punya ruang untuk menyesuaikan nilai tukarnya karena menganut 'kurs mengambang' atau floating rate. Berbeda halnya dengan zaman pra-krisis 2007, di mana kinerja mata uang sebagian besar negara ASEAN sangat tergantung pada US Dollar. Jumlah cadangan devisanya pun sekarang sudah jauh lebih besar ketimbang satu setengah dekade lalu.

UOB menilai tren pelemahan yang terjadi pada mata uang Ruble Rusia tidak serta merta merembet ke negara berkembang. Hutang perusahaan ASEAN saat ini lebih banyak diakumulasi dalam mata uang lokal dan bukan dalam kurs Dollar. Oleh karena itulah selisih nilai tukar antar valuta tidak akan berpengaruh banyak terhadap kesinambungan bisnis. "Sebagian besar negara ASEAN adalah importir minyak. Mereka juga sangat diuntungkan dengan penurunan harga minyak dunia," tutup UOB.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar