Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

world-economy World Economy

Negara Maju Peringatkan Musim el Nino yang Lebih Panjang

Kamis, 18 Juni 2015 15:55 WIB
Dibaca 2278

Monexnews - Selain peristiwa bisnis dan ekonomi, ada faktor lain yang berpengaruh terhadap pertimbangan investasi masyarakat dunia yaitu soal cuaca. Dinamika iklim memang menjadi momok menakutkan karena kerap membuat perekonomian suatu negara mandek beberapa saat.

Salah satu siklus cuaca yang paling ditakutkan tahun ini adalah gelombang el Nino, yang diprediksi berlangsung panjang hingga akhir 2015. Perubahan iklim musiman ini sudah menjadi perhatian pelaku pasar keuangan termasuk bank investasi. HSBC dalam laporannya mengatakan bahwa 3 badan pengamat cuaca dari Amerika Serikat, Australia dan Jepang sudah memperkirakan periode el Nino yang lebih panjang, yaitu hingga musim dingin.

Efek el Nino sendiri memang berbeda-beda setiap tahunnya, namun yang pasti selalu diawali dengan tekanan udara rendah di Samudera Pasifik bagian utara kemudian disusul dengan hujan di pantai barat Amerika. Perubahan tekanan udara merambat ke wilayah lain seperti pasifik barat dan samudera Hindia.

Lazimnya el Nino akan sangat mempengaruhi ketersediaan komoditas hasil bumi, terutama produk-produk yang punya ketergantungan tinggi terhadap faktor cuaca. Negara yang akan mendapat pukulan telak tentu adalah produsen-produsen hasil tani seperti India dan Indonesia. Sektor pertanian India memang sangat tergantung oleh angin muson, sedangkan produksi beras Indonesia terancam gagal panen kalau el Nino datang tiba-tiba.

India memang masih punya stok bahan pokok untuk menutupi kebutuhan domestik. Tetapi tidak bisa dipungkiri kalau cuaca buruk juga akan berdampak pada kenaikan inflasi pangan. Sementara bagi Indonesia, pemerintah bisa mengantisipasi penurunan stok beras akibat el Nino dengan mencabut larangan impor. Namun demikian, langkah ini memiliki konsekuensi politik yang besar karena menunjukkan kurangnya ketahanan pangan dalam negeri. Di sisi lain, harga beberapa komoditas bisa terkerek naik karena ada potensi penurunan stok seperti minyak kelapa sawit.  (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar