Minggu, 22 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Negosiasi Bailout Lambat, ECB Lempar 'Bola Panas' ke Yunani

Kamis, 11 Juni 2015 16:52 WIB
Dibaca 3473

Monexnews - European Central Bank (ECB) kembali menekan pemerintah Yunani untuk segera meneken kesepakatan bailout yang diajukan oleh pihak kreditur. Dalam sebuah kesempatan hari ini, anggota dewan kebijakan ECB, Jens Weidmann, menegaskan bahwa semakin lama resolusi tidak tercapai, maka semakin besar pula risiko yang dihadapi oleh perekonomian Yunani dan warganya sendiri.

Seperti dikutip Wall Street Journal, Weidmann mengatakan pihaknya sudah menunjukkan tekad untuk membantu Yunani memperbaiki manajemen pemerintahannya melalui tata kelola keuangan yang baik. Negara-negara Eropa juga sudah berbaik hati mengumpulkan dana untuk melindungi negara itu dari kebangkrutan. "Tapi waktu semakin mendesak, dan risiko juga kian bertambah setiap harinya," ujar Weidmann. Komentarnya itu senada dengan pernyataan pejabat bank sentral lainnya dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu pejabat penting ECB ini juga menyebut efek krisis Yunani lebih bisa ditangani ketimbang masalah serupa yang pernah dialami oleh negara-negara sebelumnya. Tetapi sekali lagi, situasi bisa memburuk kalau pihak Athena tidak serius mencari solusi krisis. “Pada akhirnya pihak yang paling dirugikan adalah Yunani dan warganya," pungkas Weidmann.

ECB sebenarnya juga berada di bawah tekanan negara-negara zona Euro untuk segera menyelesaikan krisis. Mengingat apa yang dihadapi Yunani turut berpengaruh terhadap sentimen bisnis dan investasi di pasar keuangan dunia. Komisaris Ekonomi Uni Eropa, Peter Moscovici, bahkan sudah meminta semua pihak yang terlibat dalam negosiasi untuk lebih intensif membahas isu Yunani karena pasar obligasi sudah mulai bergejolak. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar